logo


ICP April Naik ke Angka USD 68,31/Barel, Pemicunya Ini...

Kenaikan ICP didorong oleh kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional akibat adanya ketegangan politik

9 Mei 2019 05:13 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gejolak politik global dalam sebulan terakhir memicu sentimen pergerakan Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan April 2019. Berdasarkan perhitungan, ICP bulan April 2019 merangkak naik sebesar USD 4,71 per barel menjadi USD 68,31 per barel dari bulan sebelumnya, yaitu USD 63,60 per barel.

"Harga ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM nomor 75 K/12/MEM/2019 pada tanggal 6 Mei 2019," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Rabu (8/5).

Agung menjelaskan, kenaikan ICP didorong oleh kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional akibat adanya ketegangan politik.


Indonesia Optimis Capai Target Lifting Migas 2019

"Beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) tidak akan memperpanjang waiver atas embargo ekspor minyak mentah Iran dan Venezuela serta adanya perang saudara di Libya menjadi faktor utama," jelasnya.

Ada pula faktor lain, imbuh Agung, seperti penghentian pasokan minyak mentah melalui jalur pipa Druzhba dari Rusia ke sejumlah negara di Eropa (+-700.000 barel per hari) akibat kontaminasi Klorida yang berpotensi merusak fasilitas kilang.

Di samping itu, terjadi peningkatan permintaan minyak mentah global terutama untuk sweet medium/heavy crude seiring sosialisasi pemberlakukan regulasi IMO (International Maritime Organization) di tahun 2020 mengenai batasan kandungan sulfur dalam marine fuel.

Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan April 2019, pasokan minyak mentah OPEC memang turun sebesar 534.000 barel per hari dibandingkan publikasi bulan sebelumnya menjadi sebesar 30,02 juta barel per hari dan merupakan level terendah sejak Februari 2015. Ditambah lagi, adanya pemeliharaan di sejumlah lapangan minyak di Ghana, Azerbaijan, dan Libya.

Kurangi Impor BBM, Pemerintah Bakal Kebut Program B100

Halaman: 
Penulis : Riana