logo


Kurangi Impor BBM, Pemerintah Bakal Kebut Program B100

Masih ada keraguan dari khalayak luas atas penerapan B100

9 Mei 2019 04:36 WIB

katadata

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengembangan Biodiesel 100% (B100) dari Crude Palm Oil (CPO) merupakan langkah strategis Pemerintah untuk dapat mengurangi ketergantungan pengggunaan bahan bakar fosil dengan mendorong penggunaan bahan bakar nabati, yang pada akhirnya dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Keraguan masyarakat akan penerapan B100 dijawab oleh Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana, pada Diskusi Road Test B100 di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu siang (8/5).

Kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan Badan Litbang ESDM dalam mendukung program B100.


APLSI Dukung PLN Manfaatkan Kapal Pembangkit Listrik Hingga 2021

"Masih ada keraguan dari khalayak luas atas penerapan B100 ini mengingat B20 masih dalam tahapan (implementasi), namun pengujian dan riset B100 ini tidak terlalu cepat, pengujian dan penggunaan B100 ini perlu disegerakan," ungkap Dadan.

Dadan menambahkan, uji biodiesel ini bukan semata-mata langsung diujicobakan pada kendaraan, namun telah melewati proses pengujian sebelumnya dengan standar internasional dan standar otomotif serta dikawal berbagai pihak antara lain BPPPT, APROBI, Gaikindo dan Pertamina.

"Segera kita akan mulai uji jalan untuk B30 terlebih dahulu 40.000 km pada kendaraan bermotor," ujarnya.

Indonesia Optimis Capai Target Lifting Migas 2019

Halaman: 
Penulis : Riana