logo


Lukman Hakim Diperiksa KPK, Begini 'Pembelaan' Kemenag

Menurut Mastuki, pelaporan gratifikasi oleh Menag ini bukanlah kali pertama.

9 Mei 2019 03:59 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim.
Menteri Agama Lukman Hakim. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, disebut menerima uang Rp 10 juta dari mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Uang tersebut kemudian dikaitkan sebagai gratifikasi dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan Kakanwil Jatim.

Lukman menegaskan bahwa, uang itu sudah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK sejak akhir Maret lalu.

“Jadi yang terkait dengan uang yang 10juta, saya sudah laporkan kepada KPK sejak sebulan yang lalu,” kata dia, usai diperiksa sebagai saksi di KPK, Jakarta, Rabu (8/5).


Dijadwalkan Diperiksa KPK, Begini Jawaban Menag Lukman

“Uang itu sudah saya serahkan ke KPK. Saya merasa tidak berhak untuk menerima uang itu,” ujar Lukman.

Menurut Lukman, pelaporan uang Rp 10 juta itu sebagai bentuk komitmen dirinya terhadap pencegahan tindak gratifikasi. Sebagai penyelenggara negara, ia mengaku sadar akan adanya larangan menerima gratifikasi dalam bentuk apapun.

"Pasal 2 Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi No 02 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaporan dan Penetapan Status Gratifikasi, pada ayat satu jelas mengatur bahwa Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara wajib melaporkan setiap penerimaan Gratifikasi kepada KPK apabila berhubungan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugasnya selaku Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara," tegasnya.

Menteri Agama: Uang Rp 10 Juta Sudah Saya Serahkan ke KPK

Halaman: 
Penulis : Riana