logo


Jawab Fahri Hamzah, KPU: PKPU Sudah Antisipasi Beban Kerja

Fahri menyindir KPU membuat peraturan yang menelan korban lebih banyak di Pemilu 2019

8 Mei 2019 12:28 WIB

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi bawaslu.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyebut bahwa KPU tidak belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya yang juga menelan korban. Fahri bahkan menyindir KPU membuat peraturan yang menelan korban lebih banyak di Pemilu 2019.

Cuitan Fahri tersebut mendapat respons dari Komisioner KPU, Pramono Ubaid. Pramono mempertanyakan Peraturan KPU (PKPU) mana yang dimaksud Fahri.

Pramono menjelaskan bahwa PKPU telah mengantisipasi beban kerja dengan mengurangi jumlah pemilih tiap tempat pemungutan suara (TPS).  


KPU Sebut Pemilu 2014 Telan Korban, Fahri: Hebat Ya, Kemarin Bukan Dijadikan Peringatan

"Mohon maaf, bung @Fahrihamzah. Peraturan KPU yang mana? PKPU sudah antisipasi beban kerja itu dengan kurangi jumlah pemilih per/TPS maksimal 300. Kalau UU 7/2017 Pasal 350 (1) maks 500/TPS," ujar Pramono lewat akun Twitternya, @PramonoUtan, Rabu (8/5).

"Dengan 300/TPS, kerja KPPS sampai dini hari. Kalau ikut UU, kerja KPPS bisa lebih panjang lagi. Demikian," jelas Pramono.

Sebelumnya, Fahri menanggapi ucapan Pramono tentang adanya petugas KPPS yang meninggal di Pemilu 2014. Menurutnya, pengalaman pemilu yang pernah menelan korban seolah tidak dijadikan pelajaran dan peringatan.

"Jadi menurut @KPU_ID meningkatnya jumlah kematian adalah wajar? Karena tahun sebelumnya lebih rendah maka dirancanglah peraturan KPU yang membuat kematian yang lebih banyak? Hebat ya...kemarin bukan dijadikan peringatan untuk menghindari malah untuk menambah," tulis Fahri lewat akun Twitternya, Rabu (8/5).

Usul Ibu Kota Negara Dipindah ke Kepulauan Seribu, Netizen ke Fahri Hamzah, "Kok dari Dulu Bercanda Terus Pak"

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata