logo


Mantap! Lada Asal Belitung Melenggang ke Manca Negara

Tujuan ekspor lada ini selain mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan petani, juga meningkatkan minat generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian

8 Mei 2019 07:55 WIB

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor komoditas lada biji asal Belitung sebanyak 30 ton ke manca negara. Pelepasan ekspor ini langsung dilakukan di lahan lada yang berada di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Belitung, Sabtu (4/5) lalu.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor komoditas lada biji asal Belitung sebanyak 30 ton ke manca negara. Pelepasan ekspor ini langsung dilakukan di lahan lada yang berada di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Belitung, Sabtu (4/5) lalu. Kementan

BELITUNG, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor komoditas lada biji asal Belitung sebanyak 30 ton ke manca negara. Pelepasan ekspor ini langsung dilakukan di lahan lada yang berada di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Belitung, Sabtu (4/5) lalu.

Amran menyebutkan, tujuan ekspor lada ini selain mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan petani, juga meningkatkan minat generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian. Hal ini guna mensukseskan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengembalikan kejayaan rempah di kancah dunia.

"Pemerintah mendorong agar petani terutama generasi milenial giat menanam, salah satunya komoditas lada. Kita ingin Belitung ini kota lada, Bangka Belitung Provinsi lada, sehingga langsung bisa di ekspor (direct call, red) langsung dari India dan Eropa. Sehingga harga lada terjamin, pendapatan petani naik dan pendapatan pengusaha juga naik," kata Amran.


Kementan Jamin Stok dan Harga Bawang Putih Hingga Lebaran Aman, Ini Alasannya

Amran membeberkan, dalam mendorong generasi milenial terjun ke sektor pertanian, berbagai upaya telah disiapkan pemerintah. Pertama, atas arahan Presiden Jokowi dua tahun yang lalu, untuk menyediakan bibit unggul lada dan semua komoditas bagi petani.

Karena itu, lanjut Amran, Kementan telah mengalokasikan anggarkan untuk bibit senilai 5,5 triliun dalam dua tahun berturut-turut. Khusus Provinsi Bangka Belitung, telah dialokasikan bibit unggul lada dengan rehabilitasinya sebanyak 5 ribu hektar.

"Bedanya, produktivitas bibit biasa hanya 0,7 ton per hektar per tahun, tapi kalau bibit unggul produktivitasnya 2,5 ton per hektare per tahun, bahkan bisa mencapai 3 ton per hektar per tahun," bebernya.

Dengan program ini, Amran optimis, dapat mengembalikan kejayaan rempah Indonesia. Pasalnya, akar permasalahannya ada pada bibit, teknologi dan membangun semangat petani. Apalagi, keunggulan kompratif pertanian Indonesia masih luar biasa, sehingga produktivitas dan kualitas suatu komoditas dapat ditingkatkan dan mampu bersaing di pasar dunia.

"Kita sudah buktikan empat tahun terakhir, dulu ekspor kita 33 juta ton, tapi di tahun 2018 meningkat menjadi 42 juta ton. Artinya naik hampir 10 juta ton. Apa yang kita lakukan sekarang ini sudah membuahkan hasil di pemerintahan Jokowi-JK. Sekarang kita sudah panen," ujarnya.

Kedua, sebut Amran, selain program bantuan bibit unggul, Kementan memberikan anggaran berdasarkan sentra produksi, sehingga tidak memberikan kepada daerah yang tidak cocok dengan lada, sehingga anggaran tidak diecer. Adapun, sentra produksi lada Indonesia, yakni Bangka Belitung, Luwu raya, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.

"Ini adalah sentra lada kita. Kita harus kembangkan berdasar keunggulan komparatif dan kompetitif. Kompetitif itu melakukan prosesing, agar bisa memasuki pasar internasional. Karena nilai tambah yang paling besar ada diprosesing. Jadi cara berpikir kita ke depan seperti itu," tegasnya.

Mentan Operasi Pasar Pangan Murah dan Blacklist 56 Importir Bawang Putih Nakal

Halaman: 
Penulis : Riana