logo


PLN Upayakan Pemulihan Sistem Kelistrikan Pasca-Bencana Sulteng

PLN terus berupaya maksimal mempercepat normalisasi pasokan listrik.

7 Mei 2019 15:56 WIB

Tim Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama tim tanggap darurat PLN, kembali melakukan inspeksi instalasi tenaga listrik dan upaya perbaikan infrastruktur untuk pemulihan pasokan tenaga listrik di PLN Rayon Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).
Tim Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama tim tanggap darurat PLN, kembali melakukan inspeksi instalasi tenaga listrik dan upaya perbaikan infrastruktur untuk pemulihan pasokan tenaga listrik di PLN Rayon Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Dok. KESDM

PALU, JITUNEWS.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengakui bahwa pasokan listrik ke sejumlah wilayah yang terlanda bencana alam banjir bandang di Kabupaten Sigi belum normal. PLN terus berupaya maksimal mempercepat normalisasi pasokan listrik.

"Kami terus berupaya maksimal untuk secepatnya menormalkan kembali pasokan listrik ke beberapa desa di Kabupaten Sigi yang sampai sekarang belum pulih akibat dari bencana alam banjir bandang beberapa waktu lalu itu," kata Manager PLN Cabang Palu, Abbas Saleh, sebagaimana diwartakan Antaranews.com, Selasa (7/5).

Lebih lanjut, Abbas mengatakan bahwa jaringan listrik mulai dari Desa Omu sampai Desa Tuva di Kecamatan Gumbasa, salah satu kecamatan di Kabupaten Sigi yang dilanda banjir bandang pada 28 April 2019 tersebut putus total.


Jadi Saksi Sofyan Basir, Plt Dirut PLN Diperiksa KPK Hari Ini

Kata dia, banyak tiang listrik dan jaringan diterjang banjir sehingga pasokan listrik, termasuk ke Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan belum normal.

Pihaknya, sambung Abbas, sedikit mengalami hambatan dalam proses pemulihan jaringan listrik karena harus menunggu akses jalan yang putus akibat banjir bandang selesai diperbaiki.

Sebenarnya, kata Abbas, untuk proses pemulihan bisa cepat dilakukan, asalkan akses jalan ada karena untuk mengangkut material seperti tiang dan kabel listrik ke lokasi harus ada jalan.

Sementara itu, ada beberapa titik jalan yang terputus dan harus dibangun kembali oleh instansi berwenang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Abbas juga menambahkan terpaksa mencabut sementara meter KWh milik para pelanggan yang terdampak bencana banjir di sejumlah desa baik di Kecamatan Gumbasa dan Dolo Selatan.

Meter KWh untuk sementara dicabut dari rumah-rumah warga yang tertimbun material lumpur.

"Ada banyak rumah warga di dua wilayah tersebut yang tertimbun lumpur sehingga meter Kwh listrik dicabut dan kan dipasang kembali oleh petugas PLN jika rumah tersebut sudah diperbaiki atau dibangun kembali," katanya.

Bangun PLTD 200 kW, PLN Berhasil Listriki Pulau Doi di Halmahera Utara

Halaman: 
Penulis : Riana