logo


Gerak Literasi di Papua Barat

Salah satu organisasi yang menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan minat baca di Papua Barat adalah Noken Pustaka.

7 Mei 2019 08:30 WIB

Berkat kegigihan para relawan, laju literasi mulai menyebar ke Manokwari Timur dan Barat.
Berkat kegigihan para relawan, laju literasi mulai menyebar ke Manokwari Timur dan Barat. Kemendikbud

MANOKWARI, JITUNEWS.COM - Staf Ahli Mendikbud Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam memajukan

Hal tersebut disampaikannya dalam Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di Provinsi Papua Barat di Eks Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Jumat (26/4) lalu.

Salah satu organisasi yang menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan minat baca di Papua Barat adalah Noken Pustaka.


Ketua DPR Dorong Kemendikbud Bekerja Sama dengan Kementerian Lain untuk Penguatan Pendidikan Daerah 3T

Noken Pustaka adalah pustaka bergerak yang telah empat tahun berdiri. Penggagasnya adalah Misbah Surbakti dibantu oleh 18 orang relawan inti pegiat baca. Misbah adalah seorang guru SMP di Manokwari yang menggagas Noken Pustaka berawal dari keprihatinan atas kesulitan anak didiknya mengerjakan soal ujian disebabkan ketiadaan buku.

"Saya terkesan ketika berkunjung di stan dari Gerakan Noken Pustaka. Ini adalah simbol gerakan masyarakat sebagai spririt bahwa pendidikan bukan urusan struktural saja tapi masif. Ini sebuah gerakan sosial yang patut kita hargai sehingga diharapkan semua orang diposisi apa saja, mengambil bagian untuk memberikan dukungan pendidikan," kata James.

Ia menekankan, pendidikan membutuhkan kerja keras semua lapisan masyarakat yang ditandai dengan penumbuhan minat baca.

Noken adalah salah satu alat angkut yang terbuat dari serat kayu, biasanya digunakan untuk menyimpan dan membawa hasil kebun ke pasar.

Noken digunakan oleh Relawan Noken Pustaka sebagai tempat buku yang nantinya akan dibawa berkeliling dari kampung ke kampung. Biasanya satu noken berisi 20-30 buku.

Syafei, pengurus sekaligus relawan Noken Pustaka yang ikut berpartisipasi dalam Pameran Gebyar Hardiknas menceritakan, sejak 2015 hingga sekarang, Gerakan Noken Pustaka terus menyebar. Memilih pendekatan budaya, para relawan berhasil mengenalkan literasi kepada anak-anak, remaja, dan masyarakat di pelosok Manokwari.

Berkat kegigihan para relawan, laju literasi mulai menyebar ke Manokwari Timur dan Barat. Hal ini pula yang mendasari gagasan untuk menambah moda transportasi yang mempermudah para relawan menjangkau berbagai daerah.

Jika sebelumnya mereka harus menempuh perjalanan hingga belasan bahkan puluhan kilometer dari Kota Manokwari, sejak tahun 2017 para relawan menggunakan kendaraan bermotor untuk mengantarkan bahan bacaan ke pelosok kabupaten.

"Kami memanfaatkan berbagi macam moda, mulai dari kuda, sepeda, motor, motor roda tiga, dan perahu," jelas Syafei.

Motor beroda tiga yang digunakan adalah pemberian Presiden Joko Widodo yang berharap penyebaran buku ke wilayah yang belum terjamah bisa berjalan lebih baik. Sementara, Perahu Pustaka sepanjang 13 meter berhias ukiran adat Serui digunakan untuk menjangkau masyarakat di sekitar Teluk Sawah Ibu dan Teluk Doreri.

Mendikbud Ajak Pelajar Islam Indonesia Rawat Kebinekaan

Halaman: 
Penulis : Riana