logo


Tuntut Perbaikan Sistem Pemilu, HMI Cabang Sukoharjo dan BEM FH UMS Turun ke Jalan

Aksi ini menyoroti tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 secara langsung di Indonesia yang diindikasikan sebagai pemilu terburuk

4 Mei 2019 09:32 WIB

aksi aliansi HMI Cabang Sukoharjo dan BEM FH UMS
aksi aliansi HMI Cabang Sukoharjo dan BEM FH UMS
dibaca 267 x

Aliansi HMI Cabang Sukoharjo dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UMS melakukan aksi solidaritas bencana pemilu pada Jumat (3/5) di bundaran Kartasura. Aksi ini menyoroti tentang penyelenggaraan pemilu 2019 secara langsung di Indonesia yang diindikasikan sebagai pemilu terburuk yang pernah berlangsung di Indonesia.

“Pada penyelenggaraan Pemilu 2019 adalah kali pertamanya penyelenggaraan pemilu legistlatif dan eksekutif yang dilakukan secara serentak, hal ini dilakukan dengan asumsi dapat menghemat anggaran yang dikeluarkan untuk pemilu, yang memang tidak pernah sedikit,” jelas Ketua Umum HMI Cabang Sukoharjo, Venus Srawara Mahardika.

Venus menambahkan bahwa pemerintah dan komisi penyelenggara pemilu ternyata gagal melakukan efisiensi anggaran, sebab berdasarkan data dari Kementerian Keuangan RI, pemilu 2014 menghabiskan anggaran sekitar Rp15,62 triliun, sedangkan pemilu 2019 menghabiskan anggaran sekitar Rp25,59 triliun, ditambah lagi menelan korban dari penyelenggaranya yakni dibuktikan dengan meninggalnya 360 KPPS dan 2500 kpps yang sakit.


Pemilu 2019 Telan Korban, Mahasiswa Desak Pemerintah Beri Jaminan Sosial untuk Keluarga Korban

Selain itu, dasar lain dari pemikiran aksi yang berlangsung damai ini pertama pra pemilu, timeline yang kacau hingga menyebabkan beberapa insiden seperti pihak logistik yang datang terlambat hingga kurangnya kertas suara sampai recruitment kelompok penyelenggaraan pemungutan suara yang asal-asalan.

Kedua saat pemilu, muncul berbagai kekacauan setelah tidak adanya filterisasi personil ketika pra pemilu sehingga dari hal ini kesiapan dari KPPS kurang, hingga terjadi beberapa insiden dalam penghitungan suara seperti salah input data. Kesalahan input ini bisa saja terjadi karena beban kerja, tuntutan oleh masyarakat, hingga tekanan pihak partai politik,

Ketiga pasca pemilu, kekacauan yang timbul adanya kegagalan yang dilakukan oleh partai politik peserta pemilu, baik pemilu legislatif maupun eksekutif. Salah satu fungsi dari partai politik adalah memberikan edukasi bagi masyarakat termasuk persoalan pemilu. Namun fungsi tersebut gagal dilakukan, sebab partai politik saat ini malah melakukan manufer-manufer pada sisa-sisa pemilu. Terbukti dengan adanya partai politik tersebut menciptakan pecah-belahnya masyarakat.

Dari kajian yang dilakukan pra aksi, maka lahirlah tuntutan dari aliansi mahasiswa HMI Cabang Sukoharjo, HMI Komisariat Se-Sukoharjo, dan BEM FH UMS, pertama mendorong dan mendesak pemerintah untuk menyegerakan adanya perbaikan sistem pemilu. Kedua mendorong pemerintah untuk membuat program jaminan sosial kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Ditulis oleh: Irfanus Prasetyo Wibowo

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Kubu 02 Tagih Rp100 Miliar ke Rivalnya, "Akan Kami Bagikan Kepada KPPS yang Meninggal"

Halaman: 
Admin : Aurora Denata