logo


Pemilu 2019 Telan Korban, Mahasiswa Desak Pemerintah Beri Jaminan Sosial untuk Keluarga Korban

Peserta aksi meminta KPU bertanggungjawab atas banyaknya korban berjatuhan

3 Mei 2019 21:07 WIB

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukoharjo bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jumat, (03/05)
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukoharjo bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jumat, (03/05) HMI

SUKOHARJO, JITUNEWS.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukoharjo bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jumat, (03/05).

Aksi ini digelar sebagai reaksi dari Pemilu 2019 yang menelan banyak korban. Update terakhir dari KPU, korban meninggal dunia mencapai 409 orang.

Aksi yang diikuti 50 peserta ini mempunyai dua tuntutan agar Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) bertanggungjawab atas banyaknya korban yang berjatuhan pasca pemilu raya.


Komentari Banyaknya Petugas KPPS yang Meninggal, BPN: Kami Minta Dilakukan Autopsi

Para mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera mungkin memperbaiki sistem penyelenggaraan agar tidak memakan banyak korban dan mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan sosial kepada petugas KPPS yang menjadi korban.

"Kami mendesak pemerintah memberikan program jaminan sosial bagi keluarga korban dan harus memperbaiki sistem penyelenggaraan pemilu. Agar kejadian bencana ini tidak terjadi lagi di pemilu mendatang" ungkap Venus Srawara selaku Ketua Umum HMI Cabang Sukoharjo.

Real Count KPU di Provinsi Ini Sudah 96 Persen, Paslon 01 Unggul 2 Juta Suara dari Paslon 02

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata