logo


Mantap! RI Dapat Royalti Rp 5 Miliar dari Hasil Penjualan Benih Impatient

Indonesia sebenarnya kaya akan keanekaragaman hayati. Namun, dalam pemanfaatan kekayaan sumberdaya genetik kita masih kekurangan teknologi.

2 Mei 2019 10:21 WIB

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melakukan penandatanganan MoU Kerjasama dengan perusahan Jepang, Sakata Seed Corporation (SCC). Penandatanganan ini sekaligus upaya pemerintah dalam membuat Joint Developing Program for New Plant Resources dengan Hirata Corporation.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melakukan penandatanganan MoU Kerjasama dengan perusahan Jepang, Sakata Seed Corporation (SCC). Penandatanganan ini sekaligus upaya pemerintah dalam membuat Joint Developing Program for New Plant Resources dengan Hirata Corporation. Kementan

TOKYO, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melakukan penandatanganan MoU Kerjasama dengan perusahan Jepang, Sakata Seed Corporation (SCC).

Penandatanganan ini sekaligus upaya pemerintah dalam membuat Joint Developing Program for New Plant Resources dengan Hirata Corporation.

"MoU dengan SSC merupakan perpanjangan MoU hingga 5 tahun ke depan untuk mengembangkan tanaman hias pacar air (impatient)," ujar Kepala Balitbang Kementan Fadjry Djufry, Rabu (1/5).


'Telan' Dana Rp 4.1 Triliun, Pengamat Nilai Program Kementan Ini Tak Boleh Disepelekan

Menurut Fadjry, kerja sama ini adalah kelanjutan atas penemuan varietas baru untuk tanaman pacar air yang tahan tekanan panas dan kekeringan, yang selanjutnya disebut sunpatient.

"Nah, tanaman ini dipasarkan oleh Sakata Seed Corporation ke seluruh dunia dengan pangsa pasar terbesar adalah Amerika Serikat. Selama 10 tahun kerja sama, Indonesia telah memperoleh pembayaran royalti senilai Rp 5 miliar dari setiap penjualan benih (berupa stek) impatient," katanya.

Selain itu, ada juga manfaat lain berupa non finansial, yakni pengembangan sumber daya manusia. Sementara MoU yang ditandatangani ini memperluas kerja sama baru di sektor hortikultura, termasuk tanaman pangan dan tanaman perkebunan yang dikelola oleh unit Kerja lain di bawah Balitbangtan.

"Indonesia sebenarnya kaya akan keanekaragaman hayati. Namun, dalam pemanfaatan kekayaan sumberdaya genetik kita masih kekurangan teknologi. Untuk itu, saya berharap bahwa dari kolaborasi ini akan menyediakan transfer teknologi yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk melestarikan dan memanfaatkan sumber daya genetik tanaman," katanya.

Kementan dan Bappenas Sepakat Bersinergi Tingkatkan Produksi Pertanian

Halaman: 
Penulis : Riana