logo


Kementan dan Bappenas Sepakat Bersinergi Tingkatkan Produksi Pertanian

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menyampaikan apresiasi terhadap capaian yang telah dilakukan Amran selama menjabat sebagai Menteri Pertanian.

30 April 2019 09:13 WIB

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengadakan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengadakan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro Kementan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengadakan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, bertempat di Kantor Bappenas, Jakarta, pekan lalu.

Pada pertemuan tersebut, Mentan menyampaikan capaian pembangunan pertanian yang terkait dengan pembangunan nasional selama empat tahun masa pemerintahan Jokowi-JK.

“Hari ini saya sampaikan capaian pembangunan pertanian yang telah dicapai selama 4 tahun. Capaian ini sudah berdasarkan validasi BPS dan BKPM,” ujar Amran, saat membuka pertemuan tersebut.


Kecewa dengan Program Swasembada Bawang, Komisi VI Minta KPK Turun Tangan

Ia menyampaikan bahwa selama masa pemerintahannya selama 4 tahun ini, sudah banyak dilakukan perubahan kebijakan, terobosan, serta inovasi untuk kemajuan pembangunan pertanian.

Hal yang paling signifikan adalah capaian kinerja makro sektor pertanian. Berdasarkan data BPS, inflasi bahan makanan turun dari 10,57% di tahun 2014 menjadi 1,26% di tahun 2018.

“Ini pertama kali dalam sejarah, inflasi kita bisa ditekan menjadi 1,26%,” tutur Amran.

Amran juga menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan pedesaan pun menurun menjadi 13,20% di tahun 2018, NTP dan NTUP naik menjadi 0,42% dan 5,45% di tahun 2018.

“NTP dan NTUP meningkat merupakan bukti meningkatnya kesejahteraan petani,” tukas Amran.

Terkait ekspor, Amran menyampaikan bahwa volume ekspor kita naik menjadi 42,5 juta ton atau naik sekitar 26,9%. Di tahun 2018, PDB pertanian pun naik menjadi Rp. 1.417,1 triliun yang artinya naik 42,5%.

“Nilai investasi pertanian kita juga naik di tahun 2018 menjadi Rp. 61,1 triliun, naik hingga 110%,” ungkap Amran.

Menurut Amran, kenaikan nilai investasi dan meningkatnya nilai ekspor ini sejalan dengan diterapkannya Pelayanan Terpadu Satu Pintu/Online Single Submission yang diterapkan oleh Kementerian Pertanian yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden No.91 Tahun 2017 tentang Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

“Pelaku usaha diberikan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam proses perizinan. Dengan hanya melakukan satu kali aplikasi, pelaku usaha bisa melakukan beragam proses yang melibatkan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah” ujar Amran.

Pada kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan inovasi-inovasi dalam bidang pertanian diantaranya program Bekerja, Serasi, Siwab, Rain Harvesting System, Belgian Blue, Integrasi Jagung Sawit, Integrasi Sapi Sawit, serta penggunaan Biodiesel B100 yang berbahan dasar sawit.

'Telan' Dana Rp 4.1 Triliun, Pengamat Nilai Program Kementan Ini Tak Boleh Disepelekan

Halaman: 
Penulis : Riana