logo


Festival Padi di Indramayu Pecahkan Rekor Muri

Festival Padi 2019 merangkum berbagai kegiatan

29 April 2019 11:09 WIB

Petani membawa padi hasil panen.
Petani membawa padi hasil panen. dok. Jitunews

INDRAMAYU, JITUNEWS.COM -  Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) menyelenggarakan 'Festival Padi 2019' bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kalensari, Indramayu dan Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB), Bogor dengan dukungan dari PT Pupuk Indonesia, BRI, BULOG dan Food Station Cipinang.

Acara ini digelar karena melihat persoalan yang muncul berkaitan tentang pertanian, seperti menurunnya keanekaragaman genetik benih, lunturnya budaya tani, dan juga regenerasi petani muda.

Keanekaragamangenetikbenihmengalamipenurunantajamsejakdiadopsinyarevolusihijau di akhirtahun 1960’an yang menyebabkankeragamanvarietas yang ditanampetanisemakin mengerucut ke hanyabeberapavarietas. Pengenalanvarietas-varietas “unggul” berumur pendek dan rakusharamenyebabkanlenyapnyaribuanvarietaslokal yang sudah dikembangkanpetaniselamaratusantahun. Proses ini bila tidak dihentikan akan menyebabkandegradasigenetik tanaman pangan yang mengancamupaya untuk pemenuhankebutuhan pangan di masa datang.


PISPI: Kita Harus Punya UU Visi Pertanian Indonesia

Model pertanian industri (agroindustri) masa kini memisahkan petani kecil dari akarnya yaitu benih. Melalui pola tersebut petani hanya sebatas pengguna benih yang disediakan oleh industri benih dan pemerintah. Kapasitas petani dalam memelihara, memuliakan dan mengembangkan benih serta menjaga keanekaragaman hayati pertanian semakin hilang.

Pertanian (agriculture) adalah kultur atau budaya. Pengetahuan tradisional sangat bermanfaat untuk memelihara keanekaragaman hayati pertanian dan pemanfaatan sumberdaya genetik pertanian. Dokumentasi terkait pengetahuan tradisional relatif sedikit sehingga banyak pengetahuan tradisional telah lenyap. Situasi ini kurang menguntungkan untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumberdaya genetik berbasis pengetahuan tradisional.

Orasi Ilmiah, Edi Santoso Bicara Soal Pangan Lokal di Era Milenium

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata