logo


Menpar Tekankan Pentingnya Peran Media Digital dalam Promosi Pariwisata

Saat ini, sekitar 70% masyarakat melakukan share dan like menggunakan media digital

25 April 2019 11:11 WIB

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya,saat menjadi keynote speech pada acara CNN Indonesia Meet Up! dengan tema "Tourism 4.0” di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (24/4).
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya,saat menjadi keynote speech pada acara CNN Indonesia Meet Up! dengan tema "Tourism 4.0” di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (24/4). Kemenpar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya,saat menjadi keynote speech pada acara CNN Indonesia Meet Up! dengan tema "Tourism 4.0” di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (24/4) menyatakan, di era digital, melakukan transformasi tourism 4.0 memiliki tantangan yang cukup besar.

Namun demikian, proses digitalisasi Kemenpar sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu, saat Menpar melakukan program percepatan evolusi dari tradisi analog dan konvensional menjadi penggunaan digital di semua lini.

Tourism 4.0 lahir seiring dengan mulai tersedianya big data perilaku traveler yang dikumpulkan via apps dan sensor yang kemudian diolah untuk menciptakan seamless dan personalized travelling experience.


Mengintip Festival Lembah Ijen di Gandrung yang Digandrungi

Saat ini, sekitar 70% masyarakat melakukan share dan like menggunakan media digital. Maka karena itulah, pariwisata Indonesia saat ini tumbuh hingga 22%.

Meet Up! Tourism 4.0 disaksikan oleh sekitar 250 audiens kaum milenial yang terdiri dari mahasiswa dan anak muda yang tergabung dalam Generasi Pesona Indonesia (Genpi).

"Sekitar 50% inbound travelling ke Indonesia adalah kaum milenial. Sementara untuk Asia, anak muda mencapai 57%. Itulah mengapa dalam pariwisata Indonesia, milenial sangat penting. Selain sebagai wisatawan, generasi milenial Indonesia bisa membantu mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media nasional. “Gunakan jari-jarimu untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. The more digital, the more global," ujar Menpar.

Melihat potensi itu, Menpar memberi arahan kepada jajarannya di Kementerian Pariwisata untuk mengalokasikan anggaran sebanyak 70% bagi promosi digital.

Potensi pasar digital bisa dilihat jelas, sebut saja aset e-commerce seperti Traveloka yang lebih besar dari perusahaan konvensional.

"Traveloka memiliki aset Rp 1,1 trilliun, bahkan lebih besar dari aset gabungan dua perusahaan travel besar di Indonesia," kata Menpar mencontohkan.

Komisaris Trans TV dan Trans 7 serta Head of Standarts & Practices CNN Indonesia TV, Ishadi SK, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Menpar dalam memajukan pariwisata.

"Dari awal, saya yakin betul di bawah kepemimpinan Bapak Arief Yahya, pariwisata Indonesia akan melejit. Ide-idenya sangat baik termasuk saat Menpar memasang promo wisata Indonesia di Singapura. Baru pertama kali saya melihat promosi pariwisata Indonesia terpampang di negara tetangga," ujarnya.

Medina Kamil, influencer serta Ex presenter Jejak Petualang dalam sharing session menceritakan bahwa pada era digital saat ini, lebih mudah untuk “research” tempat-tempat wisata.

"Dulu saat bekerja sebagai presenter program Jejak Petualang, research lokasi cuma melalui google. Seiring perkembangan digital, informasi akurat lebih mudah didapat, bisa melalui instagram. Aplikasi digital travel juga membantu untuk memesan tiket dan hotel," lanjut Medina.

Lewat ISTA 2019, Kemenpar Siapkan Labuan Bajo Menjadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Halaman: 
Penulis : Riana