logo


Kemendes PDTT dan Kemen PPPA Cari Solusi Atasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kesepakatan bersama ini ditandatangani oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo.

24 April 2019 21:18 WIB

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko P Sandjojo memberikan sambutan dalam Rakornas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/4/2019).
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko P Sandjojo memberikan sambutan dalam Rakornas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/4/2019).

BANTEN, JITUNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) membuat kesepakatan bersama tentang percepatan Pengarusutamaan Gender (PUG), PPPA dalam pembangunan di desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.

Kesepakatan bersama ini ditandatangani oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo saat kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada Rabu (24/4).

Dalam arahannya, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menyampaikan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak yakni adanya permasalahan kemiskinan dan pendidikan. Sehingga, pemerintah terus berupaya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan pendidikan agar tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak itu akan sangat kecil.


Rocky Gerung Dibuat Jengkel karena Ratna Sarumpaet

"Kalau kita bicara kekerasan terhadap perempuan dan anak, itu problemnya adalah kemiskinan dan pendidikan. Kalau didaerah yang tingkat kemiskinannya kecil dan tingkat pendidikannya baik, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu akan sangat kecil," katanya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi kemiskinan tersebut, Presiden Joko Widodo pada 2015 mulai menggelontorkan dana desa yang hingga tahun 2019 telah mencapai sebesar Rp 257 triliun. Dana desa menurutnya sangat bermanfaat juga bagi pemberdayaan perempuan dan menumbuh kembangkan anak-anak untuk menjadi lebih baik dan berpendidikan.

Apple Kembali Dituntut USD1 Miliar Gara-gara Face ID

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas, Kesdik Bayu