logo


Banyak Anggota KPPS yang Meninggal, Fahri Hamzah Bilang, "Itu Nggak Normal"

139 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan 548 orang dilaporkan sakit

24 April 2019 15:22 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang jatuh sakit dan meninggal dunia pasca pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) serentak legislatif dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 disebut bukan hal yang wajar.

"Itu nggak normal. Orang dikasih kerjaan, terus sampai meninggal ratusan itu nggak normal loh. Jangan dianggap normal. Peristiwa ini sangat memprihatinkan," ujar Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4).

Baca Juga: Bamsoet Himbau PPS untuk Tampilkan Hasil Perhitungan Suara, Jika Tidak Siap-siap Denda Rp 12 Juta


Sandi Tak Nampak di Deklarasi Kemenangan Prabowo, Fahri Hamzah: Dia Ketiduran Setelah Puasa

Menurut Fahri tidak ada di dunia ini, di negara demokrasi mana pun pemilu yang memakan korban hingga ratusan orang meninggal dunia, ribuan yang sakit seperti pemilu di Indonesia ini.

Bahkan, sampai ada korban sosial berupa disintegrasi yang menganga, ada korban ekonomi karena harus mengeluarkan dana lebih dari 26 triliun, juga korban politik yang tidak stabil dalam kurun yang begitu lama.

"Jadi korban yang begitu besar ini harus segera diakhiri. Ini terjadi akibat adanya kesalahan sistemik dalam cara kita menata regulasi dan kelembagaan pemilu, serta juga kultur daripada petugas pemilu kita," tuturnya.

Minta Pemerintah Tanggapi Kecurangan Pemilu, Fahri Hamzah: Curang Menggerus Wibawa Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata