logo


Kemlu: Pelaku Bom Sri Lanka Bukan WNI

Kedutaan Besar RI di Sri Lanka telah memastikan terkait nama pelaku, dan menghasilkan nama tersebut bukan WNI

24 April 2019 12:53 WIB

Kondisi Gereja St. Sebastian di Negombo, utara Kolombo, Sri Lanka yang hancur usai serangan bom saat misa Paskah, Ahad Minggu (21/4).
Kondisi Gereja St. Sebastian di Negombo, utara Kolombo, Sri Lanka yang hancur usai serangan bom saat misa Paskah, Ahad Minggu (21/4). AP Photo/Chamila Karunarathne

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri RI telah memastikan salah satu pelaku pengeboman di Sri Lanka bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal itu merujuk pada beredarnya informasi di media asing di mana ada kemiripan nama seorang pelaku dengan nama Indonesia.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan, bahwa Kedutaan Besar RI di Sri Lanka telah memastikan terkait nama tersebut, dan menghasilkan nama tersebut bukan WNI.


Prabowo ‘Sentil’ Peran Diplomasi Indonesia Saat Debat, Begini Respon Kemlu

"KBRI telah berkomunikasi langsung dengan otoritas keamanan Sri Lanka. Diperoleh informasi bahwa nama yang benar adalah Insan Seelawan, warga negara Sri Lanka," beber Iqbal, dalam keterangan resminya, Selasa (23/4/).

Sebelumnya, di beberapa media asing memberitakan bahwa nama pelaku yang teridentifikasi bernama Insan Setiawan. Namun, tidak menyebutkan pria tersebut adalah WNI. Padahal nama sebenarnya adalah Insan Seelawan.

Sebagaimana diketahui, di tengah sukacita Paskah, Minggu (21/4) lalu sekitar pukul 8.45 waktu setempat, ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Sri Langka, yaitu St Anthony, Gereja St Sebastian dan Gereja Sion.

St Anthony berada di Kota Kolombo. St Sebastian terletak di Negombo, sebuah kota dengan penduduk mayoritas Katolik di utara Kolombo, dan Sion di kota Batticaloa di bagian timur.

Serangan itu bersamaan dengan ledakan bom di tiga hotel mewah, yakni Shangri-La, Cinnamon Grand, dan Kingsbury. Ketiga hotel ini juga berada di Kolombo.

Dikutip dari Khaleej Time, serangan bom gereja itu menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai 450 orang. Sebanyak 35 korban tewas merupakan warga asing yang berasal dari AS, Inggris, Cina, Belanda dan Portugal. Kepolisian setempat sudah menangkap 13 tersangka yang diduga memiliki hubungan dengan serangan pengeboman itu.

Dalam Forum PBB, Menlu Retno: Percayalah, Indonesia Akan Selalu Bersama Palestina

Halaman: 
Penulis : Riana