logo


Gerakan Nasional Revolusi Mental Menyasar Netizen

Bagaimana peran media sosial dapat mempersatukan dan memperlemahkan masyarakat dengan konten yang negatif

24 April 2019 11:22 WIB

Gathering Positif Bermedia Sosial yang digagas oleh Kemenko PMK di Bandung, Kamis (24/4).
Gathering Positif Bermedia Sosial yang digagas oleh Kemenko PMK di Bandung, Kamis (24/4). Dok. Kemenko PMK

BANDUNG, JITUNEWS.COM Melanjutkan kunjungan ke beberapa kota, hari ini, Rabu (24/4), Gathering Positif Bermedia Sosial yang digagas oleh Kemenko PMK bekerja sama dengan beberapa Kementerian/Lembaga bersama para penggiat Media Sosial (netizen, blogger, youtuber, dll) digelar di Bandung, Jawa Barat digelar.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mengimplementasikan secara langsung nilai nilai yang ada didalam program Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam hal ini melalui penggunaan media sosial yang baik.

Menurut data statistik jumlah pengguna media sosial di Indonesia sekitar 150 juta orang, dan 16,4 juta berada di Jawa Barat dan Kota Bandung merupakan pengguna facebook terbesar se Jawa Barat, selanjutnya ada kota Bekasi dan Bogor. Bandung dipilih karena Kota Bandung sudah mengadopsi penggunaan teknologi digital dan teknologi informasi didalam upaya pelayanan kepada masyarakat diantaranya desa digital dan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi.


Tanggapi Komplain Netizen, Mahfud MD: Kita Tak Harus Percaya pada Input2 yang Masuk ke Komputer KPU...

“Dalam satu bulan terakhir ini kita ketahui bahwa bagaimana efek media sosial mempunyai peranan yang sangat besar didalam perhelatan nasional yaitu Pemilu Pilpres dan Pileg. Bagaimana peran media sosial dalam menggiring opini masyarakat, Bagaimana peran media sosial dapat mempersatukan dan memperlemahkan masyarakat dengan konten yang negatif, dengan konten penuh hoax ” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida.

Berkenaan dengan itu Kemenko PMK mengambil inisiatif untuk mengajak rekan rekan milenial yang berkecimpung di bidang media sosial seperti dari Pramuka, Paskibraka, dan Komunitas lain, yang bisa menularkan cara berkomunikasi dan menggunakan media sosial yang positif. “Kami yakin kawan kawan ini juga bisa menjadi agen agen yang bias menularkan cara berkomunikasi yang lebih baik dan bisa menyuarakan nilai nilai revolusi mental sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI” himbau Nyoman saat menyampaikan pengantar mengawali diskusi “Gathering Positif Bermedia Sosial” di Hotel D’Pavilion Bandung.

Acara gathering dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa. Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Jawa Barat telah menghadirkan Jabar Saber Hoax yang diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat di era digital terhadap maraknya penyebaran berita bohong yang meresahkan.

“Kami berharap generasi muda bisa turut serta proaktif dan konsisten dalam menyebarkan konten-konten positif dan membangun melalui media sosial. Dan diharapkan dapat mengurangi suburnya penyebaran berita bohong, karena musuh terbesar kita hari ini di era digital adalah mereka yang merproduksi hoax digital dan meresahkan masyarakat” kata Iwa Karniwa.

Selanjutnya para peserta mendapatkan pemahaman tentang substansi Aksi Nyata Revolusi Mental dari Ahmad Rumadi, Perwakilan Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental; materi tentang konten-konten positif yang dapat menjadi viral oleh Valdryno, perwakilan Facebook; serta praktik positif bermedia sosial dari Alfianto dari Saber Hoax Jabar dan Janur M. Bagus dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Di akhir acara, peserta juga berkesempatan field visit ke Museum Gedung Sate yang merupakan museum pertama di Jawa Barat yang memanfaatkan high technology untuk mengenalkan kekayaan budaya Jawa Barat dan mendorong ekonomi kreatif dengan pemanfaatan kopi lokal. Dengan menggunakan hashtag #AyoBerubahJABAR, diharapkan peserta akan turut menyebarkan capaian-capaian dan melanjutkan perubahan baik yang dilihat secara langsung.

Twitter Jokowi Dipenuhi Perdebatan Netizen, "Pak Gimana Ini Kecurangan..."

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan