logo


Mengintip Festival Lembah Ijen di Gandrung yang Digandrungi

Festival Lembah Ijen menceritakan prosesi penari untuk menjadi seorang gandrung profesional, yang tidak hanya menari tetapi juga piawai menjadi sinden.

23 April 2019 11:01 WIB

Festival Lembah Ijen 2019 hadir kembali. Event ini digelar di Taman Gandrung Terakota, kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (20/4) lalu. Ada pertunjukan Sendratari Meras Gandrung, Jam Session bersama Bintang Indrianto & Denny Chasmala serta syukuran panen padi Slametan Pecel Pitik & Kebo-keboan.
Festival Lembah Ijen 2019 hadir kembali. Event ini digelar di Taman Gandrung Terakota, kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (20/4) lalu. Ada pertunjukan Sendratari Meras Gandrung, Jam Session bersama Bintang Indrianto & Denny Chasmala serta syukuran panen padi Slametan Pecel Pitik & Kebo-keboan. Kemenpar

BANYUWANGI, JITUNEWS.COM - Festival Lembah Ijen 2019 hadir kembali. Event ini digelar di Taman Gandrung Terakota, kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Sabtu (20/4) lalu.

Ada pertunjukan Sendratari Meras Gandrung, Jam Session bersama Bintang Indrianto & Denny Chasmala serta syukuran panen padi Slametan Pecel Pitik & Kebo-keboan.

Sendratari ini digelar setiap bulan sepanjang tahun mulai Januari 2019. Festival Lembah Ijen menceritakan prosesi penari untuk menjadi seorang gandrung profesional, yang tidak hanya menari tetapi juga piawai menjadi sinden.

Lokasi event, Taman Terakota, berdiri di atas hamparan sawah produktif seluas tiga hektare di lereng Gunung Ijen. Terdapat ratusan patung gandrung dari gerabah (terakota) yang diletakkan di sawah tanpa mengubah fungsi sawah. Di kawasan tersebut terdapat amphiteater dan sebuah panggung dari bambu yang menjadi pentas bagi penari.

Mengambil latar belakang jaman kolonial Belanda, atraksi ini berlangsung menarik. Dimainkan seniman asli Banyuwangi dari berbagai usia, mulai 7 hingga 60 tahun lebih ini, pertunjukan sendratari berhasil memikat penonton yang hadir.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya ,mengatakan, Festival Lembah Ijen ini murni prakarsa kebudayaan yang dipersembahkan oleh masyarakat setempat.

“Selain untuk promosi kearifan lokal warga setempat, festival ini juga untuk melestarikan kebudayaan Banyuwangi, terutama gandrung yang kini telah digandrungi masyarakat,” kata Menpar.

Sementara itu, Sigit Pramono, penggagas festival dan pemilik Jiwa Jawa Resort, menjelaskan, event ini akan menjadi sebuah daya tarik baru pariwisata dan juga mencanangkan kawasan lembah Ijen sebagai kawasan pelestarian seni budaya Banyuwangi.

"Sekaligus mendukung kawasan ini menjadi sebuah situs geopark yang serasi antara alam dan manusia yang tinggal dan hidup di dalamnya," kata Sigit.

Menurut Sigit, pementasan sendratari diagendakan lebih sering mulai dari sebulan sekali bisa menjadi seminggu sekali. Pertunjukan berikutnya digelar 18 Mei, 15 Juni, 20 Juli, 17 Agustus, 14 September, 12 Oktober, 16 November dan 14 Desember 2019.

"Animo masyarakat yang datang Gandrung Terakota dan menyaksikan sendratari mulai tumbuh, meski sendratari ini berbayar. Sejak Oktober 2018, sudah ada 10 ribu orang yang bertandang kemari," jelas Sigit.

Bagi Sigit, ini sangat bagus bagi perkembangan kesenian daerah, yang menunjukkan masyarakat mulai menghargai seni daerah. Dampaknya juga akan kembali kepada pelaku seni.

"Seni tidak hanya sekedar untuk ditampilkan, namun seni juga harus menghidupi pelakunya. Dan di Banyuwangi ini sudah mulai berkembang," kata Sigit.

Selain itu, rangkaian event lain dalam festival ini adalah klinik jazz yang menghadirkan musisi jazz nasional Bintang Indrianto. Bertajuk Road To Jazz Gunung Ijen, setiap bulan Bintang akan melatih pelajar SMA sekaligus mencari musisi jazz muda berbakat dari Banyuwangi.


Puluhan Ribu Wisatawan Banjiri Perayaan Pekan Suci di Larantuka NTT

Sepotong San Fransisco di Jembatan Barelang Batam

Halaman: 
Penulis : Riana