logo


Dua Lokasi Likuifaksi di Palu Bakal Dibuat Ruang Terbuka Hijau

Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana geologi.

12 Oktober 2018 17:37 WIB

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, memastikan pasokan listrik, BBM, LPG, dan kondisi kegeologian di wilayah terdampak bencana gempabumi, likuifaksi dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (11/10).
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, memastikan pasokan listrik, BBM, LPG, dan kondisi kegeologian di wilayah terdampak bencana gempabumi, likuifaksi dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (11/10). Dok. KESDM

PALU, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berencana akan membangun Monumen Bencana Likuifaksi di Wilayah Kelurahan Petobo dan Balaroa, Palu, Sulteng.

Sesuai dengan rekomendasi Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di lokasi terjadinya bencana likuifaksi tidak lagi dijadikan sebagai lokasi hunian agar tidak terulang hal yang sama seperti yang saat ini terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana geologi.

"Menurut laporan yang saya terima dari Badan Geologi, daerah ini dahulunya adalah swamp (rawa-rawa) sehingga memungkinkan atau rawan terhadap terjadinya likuifaksi. Dan untuk menghindari agar tidak terjadi hal sama, Badan Geologi akan memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadinya likuifaksi," ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, saat meninjau lokasi terjadi bencana likuifaksi di Kelurahan Balaroa, kemarin.


Pantau Pasokan Energi, Wamen ESDM Kunjungi Lokasi Gempa Sulteng

Diketahui, wilayah terdampak likuifaksi tinggi tidak layak untuk didiami. Pemprov Sulteng pun akan menjadikannya sebagai monumen dalam bentuk ruang terbuka hijau.

Hal ini sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi bahwa rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa di Sulawesi Tengah hendaknya mengacu pada Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi, Peta KRB Tsunami dan Peta Potensi Likuifaksi yang diterbitkan oleh Badan Geologi.

Pemerintah, Jangan Main-main dengan Harga BBM!

Halaman: 
Penulis : Riana