logo


Pesawat Bomber AS Langgar Wilayah RI, Jokowi Langsung Bertindak Tegas!

Insiden-insiden yang sangat provokatif seperti ini harus disikapi dengan tepat dan tegas oleh Pemerintah Indonesia

12 Oktober 2018 11:24 WIB

Ilustrasi Pesawat Bomber AS (www.dimasbagus.com)
Ilustrasi Pesawat Bomber AS (www.dimasbagus.com)
dibaca 53435 x

Suasana tenang dan hening sontak pecah akibat adanya pesawat asing yang tertangkap radar dan mengarah langsung ke wilayah NKRI, tepatnya di langit Tarakan, Kalimantan Utara.

Tak tanggung-tanggung, pesawat asing penerobos wilayah udara Indonesia tersebut berjenis bomber yang sudah terkenal sebagai pesawat andalan untuk melakukan misi-misi serangan udara.

Baca juga: Asap Knalpot dan Asap Rokok Lebih Bahaya Mana?


Lambe Moba "Lambe Turah" Versi Players Mobile Legends Indonesia

Dilnasir dari Kompas.com, Indonesia langsung merespon secara tegas dengan mengirimkan dua jet tempur Sukhoi dari Pangkalan Angkatan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar untuk melakukan misi penyergapan. Mengetahui dua jet tempur Sukhoi mengincarnya, Bomber dengan persenjataan aktif milik AS tersebut langsung putar arah dan menuju wilayah Filipina.

Sampai sekarang, Indonesia masih bingung apa tujuan bomber tersebut melanggar wilayah udara RI. Pihak AS juga tak memberikan informasi apapun mengenai bomber milikinya yang disergap oleh TNI AU di langit Kalimantan Utara. Selain bomber ini, tiga kapal yang diduga milik AS beberapa hari sebelumnya juga telah melangggar batas laut Indonesia di perairan utara tanpa izin.

Insiden-insiden yang sangat provokatif seperti ini harus disikapi dengan tepat dan tegas oleh Pemerintah Indonesia, karena jika dilakukan pembiaran, pihak asing akan semakin semena-mena dan kurang menghormati kedaulatan RI.

Dengan adanya peristiwa yang berulang ini, pembangunan pangkalan militer besar di Kalimantan Utara sudah sangat mutlak diperlukan guna menghalau segala ancaman dan memberikan efek gentar bagi musuh.

Jokowi harus mengambil sikap atas perilaku buruk AS yang mengaku-ngaku negara sahabat, namun 'menginjak-injak' kedaulatan Indonesia. Tembakan peringatan dan manuver 'berbahaya' sudah saatnya diterapkan oleh TNI bagi pihak-pihak yang sengaja ingin memprovokasi.

Bukankah Jokowi penah mengatakan dalam kampanyenya jika diajak berantem, kita harus melawan? inilah saat yang tepat! bagaimana pendapatmu?

Ditulis oleh: Raka Kisdiyatma

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Pernah Dengar Tentang Tisu Magic? Ternyata ada 4 Bahayanya Lho!

Halaman: 
Admin : Kesdik Bayu