logo


Pemerintah, Jangan Main-main dengan Harga BBM!

Rofi melihat bahwa pengelolaan harga BBM Premium tidak lagi memperhatikan faktor-faktor objektif lapangan

11 Oktober 2018 16:52 WIB

Anggota DPR RI Komisi VII, Rofi Munawar
Anggota DPR RI Komisi VII, Rofi Munawar jabar.pks.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR RI, Rofi Munawar, menilai, pembatalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium sesungguhnya menunjukan bentuk mis-management pengelolaan tata niaga BBM.

Di sisi lain, kata Rofi, menunjukan bahwa pengelolaan BBM Premium tidak lagi memperhatikan faktor-faktor objektif, namun lebih pada pertimbangan non teknis dan konsideran dadakan.

“Sesungguhnya Pemerintah telah berjanji tidak menaikan harga BBM Premium sampai dengan tahun 2019. Rencana kenaikan kemarin, yang kemudian dibatalkan dalam waktu kurang dari satu jam, menunjukan mis-koordinasi dan buruknya tata kelola energi selama ini,” tutur Rofi dalam keterangan resminya, Kamis (11/10).


Harga Premium Batal Naik, PKS: Keajaiban Dunia

Sebagaimana diketahui, Pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM Premium menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya Rp 6.550 per liter pada hari Rabu (10/10).

Padahal di hari yang sama Menteri ESDM, Ignasius Jonan, beberapa jam sebelumnya mengatakan tentang rencana kenaikan harga BBM Premium sebagai dampak langsung dari lonjakan harga minyak mentah dunia akan diberlakukan pukul 18.00 WIB.

Pantau Pasokan Energi, Wamen ESDM Kunjungi Lokasi Gempa Sulteng

Halaman: 
Penulis : Riana