logo


Pendapatan Pertamina Bakal Bertambah Segini Jika Premium Naik Rp 450/Liter…

Komaidi menilai, kenaikan harga Premium justru positif bagi keuangan Pertamina

11 Oktober 2018 11:41 WIB

Direktur Eksekutif Reforminers Institute Komaidi Notonegoro.
Direktur Eksekutif Reforminers Institute Komaidi Notonegoro. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, angkat suara ihwal penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

Komaidi menilai, kenaikan harga Premium justru positif bagi keuangan PT Pertamina (Persero).

"Minimal akan mengurangi beban Pertamina," tutur Komaidi, di Jakarta, Rabu (10/10).


Pengamat: Meski Naik, Harga Pertamax Cs Masih Wajar Dibanding…

Komaidi lantas menerangkan, kenaikan harga Premium dari Rp 6.450 per liter menjadi Rp 6.900 per liter, pendapatan Pertamina akan bertambah Rp 600 miliar.

“Sekarang harga keekonomian BBM (jenis Premium) sekitar Rp 8.000. Jadi, kalau naik Rp 500 kan lebih baik karena mengurangi beban, ketimbang tidak sama sekali,” terangnya.

Komaidi menghitung, dalam setahun beban Pertamina dapat terpangkas hingga Rp 6 triliun dengan menaikkan harga Premium Rp 500 per liter.

“Kalau tidak ada tambahan suntikan dana, mereka (Pertamina) banyak tekanan,” pungkasnya.

 

Upaya Jonan Capai Target Bauran EBT 23 Persen di 2015

Halaman: 
Penulis : Riana