logo


Sodik Mudjahid, Berjuang untuk Agama dan Bangsa di Parlemen

Ia merupakan putra dari keluarga ulama dan pendidik. Ayahnya K.H.E. Hasbulah Hafdzi adalah seorang ulama dan pendidik juga sebagai pejuang yang terlibat langsung di garis depan

9 Oktober 2018 14:21 WIB

Politisi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid
Politisi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid Dok. Jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sodik Mudjahid merupakan politisi Partai Gerindra yang dikenal vokal soal urusan-urasan sosial. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 2 Agustus 1957. Ia merupakan putra dari keluarga ulama dan pendidik. Ayahnya K.H.E. Hasbullah Hafdzi adalah seorang ulama dan pendidik juga sebagai pejuang yang terlibat langsung di garis depan pada masa revolusi politik sebagai salah seorang anggota laskar perjuangan rakyat Hizbullah.

Pria yang akrab disapa Kang Sodik ini menjalani pendidikan TK dan SD di daerah Dago Utara. Untuk pendidikan menengah di SMPN 5 dan SMAN 5 Bandung, sedangkan untuk pendidikan tinggi, dia mengambil S1 di bidang Agribisnis dan S2 Manajemen Bisnis di Universitas Padjajaran Bandung dan S3 mengambil spesialisasi total quality management untuk lembaga pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Sodik juga sempat mengenyam pendidikan pra S2 di Belanda akan tetapi tidak tuntas.

Ketika berstatus sebagai mahasiwa, Sodik adalah aktivis kampus yang keras mengkritik kebijakan pemerintah Soeharto meskipun pada akhirnya dia ikut membela ketika Presiden ke-2 RI itu mulai pro dan adil kepada rakyat.


Sodik Mudjahid: Jika Pasal Penodaan Agama Dihapus, Orang Makin Leluasa

Sodik Mudjahid terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mewakili daerah pemilihan Jawa Barat 1 setelah memperoleh 41,081 suara. Sodik berhasil mengalahkan empat petahana kala itu. Terilihnya Sodik tidak bisa dipisahkan dari basis massa yang dimilikinya yang sebelumnya telah dibinanya melalui aktivitas dakwah dan berbagai organisasi yang diikutinya.

Sodik tak pernah bercita-cita untuk menjadi legislator, cita-citanya pada saat muda adalah menjadi pemain Persatuan Sepak Bola Bandung (Persib). Namun pada akhirnya dia memilih untuk tetap melanjutkan pendidikan dan meninggalkan dunia sepak bola.

Seiring berjalannya waktu, Sodik kembali terpanggil untuk masuk ke dunia politik, dunia yang ia geluti sejak mahasiswa. Namun, keinginan Sodiq terjun ke dunia politik sempat ditolak oleh pihak keluarga terutama anak-anaknya, meski pada akhirnya keputusan bergabung di dunia politik disetujui.

Ada tiga partai yang memintanya untuk bergabung kala itu yaitu PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan PKS. Sodiq memutuskan untuk memilih Partai Gerindra hingga mengantarkannya pada Pileg 2014 dan terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 sekaligus dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.

Sodik berkomitmen ingin memberikan yang terbaik atas dasar motivasi agama kepada masyarakat di dapilnya dan juga orang-orang di sekitarnya.

“Prinsip saya bertul-betul ingin berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat sampai di kantor pun saya ingin meberikan yang terbaik,” ujar Sodiq saat berbincang dengan Jitunews.com, Senin (8/10).

Sementara itu, soal kariernya sebagai seorang profesional, sejak lulus kuliah pada tahun 1980, Sodik meniti karir sebagai konsultan perencanaan pembangunan (PT. Tricon Jaya International). Sodik akhirnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan bekerja sama dengan banyak lembaga keuangan internasional seperti World Bank, IBR, Asia Development Bank untuk pembangunan jalan raya, irigasi dan transmigrasi.

Setelah 15 tahun menjadi konsultan pembangunan, pada tahun 1995 Sodik memutuskan untuk menjadi pengajar. Sodik menjadi pengajar di Institut Manajemen Koperasi Indonesian (IKOPIN) di Jatinangor dan juga mendirikan Yayasan Darul Hikam.

Sodik tercatat pernah aktif di sejumlah organisasi, seperti di Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menjadi Sekretaris ICMI Jawa Barat (2006-2016), Anggota Dewan Pakar Majelis Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat (2010-2017), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (2000-2005) dan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat (2004-2008). Pada tahun 2011 Sodik menduduki posisi penting di Jawa Barat yaitu Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung (2011-2015).

Sodik Mudjahid: Gerindra Berhati-hati Mencari Sosok Calon Gubernur Jabar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan