logo


Mulai Hari Ini, Masyarakat Terdampak Gempa Sulteng Dilarang Beli BBM Pakai Jerigen

Imbauan ini selain mempertimbangkan keselamatan masyarakat juga sudah sesuai dengan ketentuan peraturan

8 Oktober 2018 07:34 WIB

Korban gempa dan tsunami mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Warga rela mengantre panjang di SPBU karena BBM sangat dibutuhkan untuk mobilisasi.
Korban gempa dan tsunami mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Warga rela mengantre panjang di SPBU karena BBM sangat dibutuhkan untuk mobilisasi. (Jewel Samad/AFP

PALU, JITUNEWS.COM - Kementerian ESDM melalui Badan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengimbau kepada masyarakat korban gempa Sulawesi Tengah untuk tidak melakukan pembelian dan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jerigen.

Adapun, imbauan ini mulai diberlakukan mulai hari ini, Senin (8/10).

Baca Juga: Makanan Ini Bisa Redakan Alergi Akibat Cuaca. Apa Saja?


Jelang Forum IMF-World Bank, Jonan Sebut Kondisi Gunung Agung….

"Kami mengimbau masyarakat korban bencana gempa dan tsunami untuk tidak mengisi BBM di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Sulawesi Tengah dengan jerigen karena mudah menimbulkan kebakaran," tutur Kepala BPH Migas Fansurullah Asa saat ditemui di Palu, kemarin

Fansurullah menjelaskan, imbauan ini selain mempertimbangkan keselamatan masyarakat juga sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada bahwa BBM yang ada di SPBU hanya diperuntukkan untuk konsumen akhir.

"Tidak boleh BBM di SPBU diperjualbelikan lagi," tegasnya.

Sesuai dengan Pasal 18 Ayat 2 Peraturan Presiden (Perpres) Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual BBM, masyarakat diimbau tidak menimbun dan/atau mengumpulkan BBM di SPBU dengan menggunakan jerigen, drum maupun media lainnya.

Kembangkan Teknologi Berbasis Energi Terbarukan, ESDM-Pemda Bali Teken MoU

Halaman: 
Penulis : Riana