logo


Kemendes PDTT Beri Penggilingan Padi untuk KTM Cahaya Baru

Penggilingan padi tersebut nantinya akan dikelola oleh BUMDes

25 September 2018 10:03 WIB

Kemendes PDTT memberikan Rice Milling Unit (penggilingan padi) untuk Kawasan Transmigrasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru, pada hari Jumat (21/9)
Kemendes PDTT memberikan Rice Milling Unit (penggilingan padi) untuk Kawasan Transmigrasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru, pada hari Jumat (21/9) Kemendes

BARITO KUALA, JITUNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan Rice Milling Unit (penggilingan padi) untuk Kawasan Transmigrasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru, pada hari Jumat (21/9). Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pengembangan produksi padi sebagai Poduk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di KTM Cahaya Baru.

Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT M. Nurdin melakukan peletakan batu pertama pembangunan rice milling unit bersama Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi R. Hari Pramudiono di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.

"Hari ini kita letakkan batu pertama untuk pembangunan rice milling unit dengan kapasitas 1,2 ton per jam, dengan alat jemur dan driyer. Berikutnya akan kita lengkapi dengan gudang," ujar Nurdin.


Dana Desa Ikut Mendorong Penigkatan Hasil di Sektor Pertanian

Menurut Nurdin, penggilingan padi tersebut nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga juga dapat memberikan nilai tambah untuk desa. Ia berharap, pembangunan rice milling unit tersebut dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang maksimal khususnya untuk para petani di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru.

"Mudah-mudahan tidak ada halangan, cepat selesai. Dan ini (rice milling unit) akan dikelola BUMDes. Saya mewakili menteri dalam hal ini akan meletakkan batu pertama pembangunan," ujarnya.

Nurdin mengatakan, dukungan terhadap pengembangan Prukades di KTM Cahaya Baru tak hanya dukungan berupa alat dan pembangunan fisik. Ke depan, dukungan juga akan dilakukan dengan melakukan upaya untuk peningkatan kapasitas petani. Ia optimistis, pengembangan Prukades tersebut dapat menjadi penggerak baru ekonomi setempat.

"Tahun depan upaya akan kita tingkatkan lagi agar betul-betul bisa mendukung agar 3.000 hektare (kawasan transmigrasi) bisa menjadi sentra perberasan, padi tidak hanya di Kalimantan Selatan, tapi juga dapat menunjang swasembada nasional agar padi tidak impor lagi," ujarnya.

Di sisi lain, anggota Komisi V DPR RI, Abdul Latief Hanafiah mendukung penuh pengembangan program Prukades di KTM Cahaya Baru. Tak hanya itu, ia juga akan mendukung seluruh program Kemendes PDTT selama hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Prinsipnya adalah bagaimana agar program itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena permintaan dari Kementerian Desa untuk KTM Cahaya Baru ini bagus dan kita lihat bermanfaat untuk mamsyarakat, kami akan dukung," ujarnya.

Ini Penjelasan Mentan Terkait Langkah Subsidi Beras

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas, Aurora Denata