logo


KKP Optimalkan Breeding Program Tiram Mutiara, Tujuannya Ini

Salah satu permasalahan yang dihadapi para pembenih kerang Mutiara, yakni ketersediaan induk di alam

20 September 2018 09:23 WIB

Ilustrasi mutiara.
Ilustrasi mutiara. Istimewa

DENPASAR, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem Bali terus mengoptimalkan breeding program bagi komoditas tiram Mutiara.

Upaya ini guna mengendalikan eksploitasi induk tiram Mutiara yang selama ini masih tergantung dari tangkapan di alam dan berdampak terhadap penurunan stok induk tiram Mutiara di berbagai lokasi.

“Ke depan tidak boleh ada lagi hatchery kerang mutiara yang menggantungkan keperluan induknya dari alam, tapi harus didapatkan dari pusat induk kekerangan. Oleh karenanya, KKP akan mendorong pusat pemuliaan Induk seperti BPIU2K Karangasem dalam memproduksi induk dan benih unggul melalui breeding program,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Bali, Kamis (13/9).


Yuk Pelajari Siklus Reproduksi Tiram Mutiara

Dalam forum diskusi yang digagas oleh Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI), terungkap bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi para pembenih kerang Mutiara, yakni ketersediaan induk tiram Mutiara di alam yang semakin menipis, akibat eksploitasi yang terus menerus.

Oleh karenanya, menurut Slamet, solusi yang perlu dilakukan adalah dengan mendorong optimalisasi breeding program yang efektif khususnya untuk menghasilkan calon induk Mutiara dan benih (spat) yang berkualitas dan berkesinambungan.

“Perlu ada integrasi breeding program mutiara ini, mulai dari pusat broodstock center BPIU2K Karangasem, hatchery perusahaan, hingga pembesaran, sehingga ada keterjaminan kualitas maupun suplai sesuai kebutuhan industri. Saya rasa, saat ini harus mulai kita bangun. ASBUMI sebagai wadah para pelaku usaha, dapat bersama -sama untuk membangun systemnya dengan menggandeng BPIU2K Karangasem,” imbuhnya.

Sejauh ini, induk kerang Mutiara dari BPIU2K Karangasem sedang memproses turunan induk sampai F2 dan di Balai Budidaya Laut Lombok telah berhasil sampai dengan F3. Sedangkan, beberapa hatchery telah menggunakan induk tiram mutiara hasil breeding program ini.

“Saat ini ada beberapa hatchery telah menggunakan induk kerang Mutiara hasil breeding program sampai dengan F4. Induk unggul ini nantinya bisa saling dikawinkan untuk menghasilkan varietas dengan kualitas lebih baik. Saya rasa, ke depan seluruh hatchery sudah tidak lagi menggantungkan pada induk alam,” tegas Slamet.

KKP Jamin Keamanan dan Iklim Usaha Mutiara yang Kondusif

Halaman: 
Penulis : Riana