logo


Eks Koruptor Nyaleg, Novel Baswedan Ragu untuk Percaya

Novel lebih setuju dengan KPU yang melarang mantan koruptor menjadi caleg

19 September 2018 16:13 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menanggapi keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengizinkan mantan napi korupsi maju sebagai calon legislatif di Pileg 2019. Nvel mengaku rahu dengan integritas caleg mantan napi korupsi.

"Kalau saya melihat begini, saya berbicara orang yang konsen dengan masalah korupsi. Orang yang berbuat korupsi itu tidak pernah ada baru pertama kali berbuat," jelas Novel di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari, Depok, Sleman, DIY, Rabu (19/9).

Menurutnya, seseorang yang pernah tertangkap kasus korupsi kemungkinan besar dia sering berbuat hal itu. Novel lebih setuju dengan KPU yang melarang mantan koruptor menjadi caleg.


Soal Jagoan di Pilpres 2019, Fahri: Di Hati Sudah Ada

"Pertanyaannya adalah, apakah kita ingin menggatungkan harapan? Mewakilkan diri kita ke orang-orang yang punya masalah seperti itu? Kalau saya pribadi tidak. Saya setuju dengan KPU. Ini pendapat pribadi saya," tegasnya.

Neno Warisman Jadi Wakil Ketua Timses Atas Permintaan Prabowo

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata