logo


Banyak Sumur Migas Menua, KESDM Akan Fokus Eksplorasi Lapangan Offshore

Saat ini, Pemerintah tengah mempercepat penyelesaian proyek pengembangan laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD)

14 September 2018 09:32 WIB

Ilustrasi kilang lepas pantai
Ilustrasi kilang lepas pantai Bloomberg/Tim Rue

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menegaskan, pihaknya akan fokus meningkatkan aktivitas hulu migas dari lapangan onshore beralih ke daerah lepas pantai maupun laut dalam (offshore).

"Di hulu migas, 50 tahun yang lalu produksinya sekitar 60-70% berada di darat. Nah, sekarang kita fokuskan mau kerjakan di laut," kata Jonan saat menghadiri sarasehan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Korps Hiu Kencana di Gedung Panti Tjahaja Armada Komando II Surabaya, Kamis (13/9).

Seiring berjalannya waktu, kegiatan produksi migas di darat (onshore) kurang berjalan optimal akibat faktor alamiah seperti sumur yang menua. Meski begitu, Jonan tidak menampik bahwa saat ini produksi lapangan migas onshore masih menjadi andalan bagi sektor migas nasional.


Soal Target Bauran EBT, Jonan Optimis Tahun 2025 Capai 23%

"Masih ada Blok Rokan, salah satu (blok minyak) terbesar di Asia, tahun 2021 akan dialihkelola Pertamina dari Chevron. Produksinya pernah 1,5 juta barel per hari, saat ini produksi minyak nasional saja hanya sekitar 700 barel per hari," ungkap Jonan.

Di masa mendatang, beberapa proyek hulu migas offshore yang menjadi prioritas untuk segera digenjot produksinya adalah Blok East Natuna, Blok Masela di Maluku hingga Blok di Papua seperti West Berau maupun Cendrawasih Bay II.

"Cadangan migas baru harus ditemukan," tekan Jonan.

Eks Menteri Pertambangan Sebut Indonesia Menuju Paradigma Energi 3.0, Apa Artinya?

Halaman: 
Penulis : Riana