logo


Eks Menteri Pertambangan Sebut Indonesia Menuju Paradigma Energi 3.0, Apa Artinya?

Paradigma energi 3.0 ini paling utama ditujukan untuk menghindari pemanasan global

14 September 2018 09:23 WIB

Subroto, mantan Menteri Pertambangan dan Energi yang menjabat hampir selama 10 tahun, pada tahun 1978-1988.
Subroto, mantan Menteri Pertambangan dan Energi yang menjabat hampir selama 10 tahun, pada tahun 1978-1988. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagaimana halnya revolusi industri, kebutuhan manusia akan energi juga telah mendorong pesatnya perkembangan di bidang ini, tak terkecuali di Indonesia.

Bahkan, Mantan Menteri Pertambangan pada Era 1978-1988, Subroto menyebut, perkembangan energi dunia kini telah memasuki Paradigma Energi 3.0 dan Indonesia tengah bergerak ke arah itu.

Baca Juga: Jokowi Pamerkan Lagi Infrastruktur, Netizen: Jangan Diiklankan di Bioskop Ya Pak...


Soal Target Bauran EBT, Jonan Optimis Tahun 2025 Capai 23%

"Sekarang ini kita memasuki Paradigma Energi 3.0. Apa artinya? Paradigma energi 3.0 ini paling utama ditujukan untuk menghindari pemanasan global yang dapat memicu perubahan iklim," ungkap mantan Sekjen OPEC tahun 1988-1994 itu, dikutip dari laman esdm.go.id, Jumat (14/9).

Baca Juga:

Setuju Debat Capres Diubah, Fadli Zon: Jokowi Kan Hobi Pidato Bahasa Inggris

Bukan Jadi Presiden, Inilah Mimpi Jokowi Sejak Lama!

Jokowi Sebut Dirinya Avengers, Fahri: Cocok Doctor Strange Deh

Diminta Pakai Peci oleh Ridwan Kamil, Sandi: Kegantengan Saya Naik 30-35 Persen

Menurut Subroto, perkembangan teknologi saat ini memicu teknokrat dunia mengembangkan teknologi baru terbarukan menggantikan keberadaan energi fosil.

Pertamina Punya Dirkeu Baru, Begini Respon Kementerian ESDM

Halaman: 
Penulis : Riana