logo


Ekonom: Program B20 Cukup Bagus untuk Kurangi Impor Minyak, Hanya Saja…

Impor minyak mentah menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan dolar AS.

11 September 2018 09:45 WIB

B20
B20 Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira, menyarankan pemerintah untuk segera mengurangi impor minyak mentah.

Pasalnya, impor minyak mentah menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan dolar AS.

"Jika harga minyak dunia di angka USD 75 per barel, lalu dikalikan volume kebutuhan minyak, kebutuhan dolar untuk impor minyak mentah USD 60 juta per hari. Ini sangat menguras valuta asing dalam negeri," tutur Bhima, di Jakarta, belum lama ini.


Cek! Ini Sederet Manfaat Penggunaan B20 untuk Kendaraan

Lebih lanjut, Bhima mengatakan, program B20 atau pencampuran BBM (bahan bakar minyak) dengan biodiesel sebesar 20 persen cukup bagus dalam mengurangi impor minyak mentah.

Hanya saja, kata dia, pemerintah memang perlu memperhatikan kesiapan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan mesin kendaran non-PSO (public service obligation).

Sebab, tidak dimungkiri, biodiesel dari turunan minyak sawit memiliki kelemahan di suhu tertentu akan membeku.

“Jika pemerintah memaksa kendaraan non-PSO menggunakan B20, diperlukan insentif,” tuntasnya.

Implementasi B20, Pakar: Filter Kotor pada Awal Pemakaian Itu Wajar

Halaman: 
Penulis : Riana