logo


Ini 5 Catatan DPR untuk Ditjen Minerba KESDM

Rapat ini menyepakati Dirjen Minerba KESDM untuk menyampaikan realisasi tahun 2017-2018 dan perencanaan CSR 2018-2019.

28 Agustus 2018 09:27 WIB

Ilustrasi pertambangan batubara.
Ilustrasi pertambangan batubara. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Jenderal Mineral Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (27/8).

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII, Tamsil Limrung, itu pun menghasilkan beberapa kesimpulan dan catatan terkait sektor minerba yang wajib dipenuhi pemerintah.

Kesimpulan pertama, Komisi VII sepakat dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM bahwa pembatasan harga US$ 70 per ton untuk batu bara tetap berlaku untuk memenuhi kebutuhan PLN, begitu pula dengan kuota 25% DMO yang wajib dipenuhi oleh para perusahaan tambang.


KESDM Klaim Masih Hitung Harga Jual Minyak KKKS

Kedua, Komisi VII DPR RI mendorong Dirjen Minerba Kementerian ESDM untuk memberi sanksi pengurangan produksi tahun berikutnya bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban DMO minimal 25% dari realisasi produksi.

Bor Sumur Wampu D2, Pertamina Upayakan Reaktivasi Struktur Wampu

Halaman: 
Penulis : Riana