logo


Menteri ESDM: Presiden Minta Kewajiban DMO Batu Bara Tak Dicabut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak akan mencabut kewajiban memasok kebutuhan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

31 Juli 2018 19:21 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

BOGOR, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak akan mencabut kewajiban memasok kebutuhan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO). Alasannya, karena tidak sejalan dengan Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba).

Alhasil, pengusaha masih wajib memasok 25% batu bara hasil produksinya ke dalam negeri. Harganya pun masih sama, yakni US$ 70 per ton.

"DMO Batu bara, arahan Bapak Presiden diputuskan sama, seperti sekarang gak ada perubahan, gak ada PP (peraturan pemerintah) baru, mekanisme harga sama," tutur Menteri ESDM, Ignasius Jonan, usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/7).


Jonan Dorong Penerapan Gasifikasi Batubara

Jonan melanjutkan, dengan keputusan langsung dari Presiden, semua kinerja perusahaan untuk memasok batu bara ke dalam negeri menggunakan aturan DMO tetap berlaku.

Jonan membantah, kewajiban DMO batu bara tidak dipatuhi pengusaha. Menurut Jonan, pemerintah selalu memantau pengusaha-pengusaha yang mensuplai batu bara untuk kebutuhan pembangkit.

"Anda nggak pelaku kok bisa bilang nggak jalan. Jadi kita tanya siapa yang sudah jual ke PLN, siapa yang belum," pungkasnya.

 

Juni 2018, Harga Batubara Dipatok US$96,61/Ton

Halaman: 
Penulis : Riana