logo


DPR Puas dengan Keberhasilan Budidaya Udang di Kendal

Komisi IV DPR RI meninjau langsung kawasan budidaya udang di Kecamatan Karangsari Kabupaten Kendal kemarin, Senin (30/7).

31 Juli 2018 09:04 WIB

Wakil Ketua Komisi IV, Viva Yoga Mauladi (kedua kanan) bersama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto (kedua kiri)
Wakil Ketua Komisi IV, Viva Yoga Mauladi (kedua kanan) bersama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto (kedua kiri) Dok. KKP

SEMARANG, JITUNEWS.COM - Komisi IV DPR RI meninjau langsung kawasan budidaya udang di Kecamatan Karangsari Kabupaten Kendal kemarin, Senin (30/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja reses komisi di Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya rombongan komisi IV juga mengunjungi beberapa kegiatan sektor terkait yakni BKSDA, kawasan pertanian Cabe, dan depo Bulog di Kabupaten Kendal.

Adapun tim Komisi IV dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi, Viva Yoga Mauladi dan didampingi oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dan Wakil Bupati Kendal.

Tim kemudian langsung melakukan panen udang di lahan tambak milik koperasi kelompok tirta minasari. Koperasi kelompok tersebut sebelumnya telah mendapat dukungan fasilitas sarana prasarana budidaya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan mendapat bimbingan langsung dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.


Konsumen Ecoshrimp Cari Solusi Masalah Udang Windu

"Udang yang kami panen mampu mencapai ukuran size 30 (30 gr per ekor) dengan produktivitas rata-rata 12 ton per hektar. Produksi ini dapat mencapai 15 ton per hektar jika dipanen secara parsial," ungkap Agus, Ketua koperasi kelompok Tirta Minasari saat memberikan keterangan testimoni di depan rombongan.

Agus menambahkan secara itung-itungan bisnis, dengan produktivitas 12 ton per hektar tambak dan harga rata rata size 30 sebesar Rp. 97.000,- per kilogram, kelompoknya mampu meraup pendapatan kotor mencapai Rp. 1,16 milyar atau keuntungan bersih sebesar Rp. 540 juta per siklus (4 bulan).

"Kalau kita rata rata cost produksi udang mencapai Rp. 40.000,- per kg. Memang beberapa waktu lalu harga udang di pasar sempat jatuh mencapai Rp. 80.000,- per kg untuk size 30, namun saat ini mulai merangkak naik pada kisaran harga Rp. 97. 000,- per kg. Dengan kondisi ini, keuntungan bersih minimal yang dapat diraup mampu mencapai Rp. 45.000,- per kg," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi IV, Viva Yoga Mauladi menyatakan puas dengan keberhasilan program kegiatan budidaya khususnya usaha budidaya udang yang dilakukan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa program yang telah diketok palu antara Pemerintah dengan DPR memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat utamanya para pembudidaya ikan.

"Ini sangat memuaskan, jika melihat itungan ekonomi sangat menjanjikan. Tadi kita denger langsung keuntungan bersih bisa mencapai minimal Rp. 40.000,- per kg. Bisa dibayangkan pengelolaannya juga sudah modern dengan pasar ekspor ke Jepang dan Amerika. Ini tentunya jadi memacu kami untuk terus mendorong Pemerintah, sehingga program betul betul berdampak bagi kesejahteraan pembudidaya, nelayan dan petambak garam", ungkap Politisi PAN ini.

Yeay! KKP Berhasil Kembangkan Ikan Hias Laut Endemik Banggai Cardinal Fish

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
×
×