logo


Kawasan Perikanan Adat, Apa Itu?

Kawasan itu berada di Raja Ampat, Papua Barat.

14 Juli 2018 12:21 WIB

Prosesi adat Suku Maya saat pendeklarasian kawasan perikanan adat oleh masyarakat 19 kampung di Selat Dampier, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Prosesi adat Suku Maya saat pendeklarasian kawasan perikanan adat oleh masyarakat 19 kampung di Selat Dampier, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. BUMIPAPUA.COM/Hardaning

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk menjaga ekosistem laut sekaligus mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan di perairan Papua Barat, dibentuklah KPA (Kawasan Perikanan Adat).

Kawasan itu diprakarsai oleh masyarakat 19 kampung di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKPD) Selat Dampier, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Baca juga: Menteri Susi Lulus Paket C, Apa Kata Fahri Hamzah?


Tersisa 1 Tahun, Begini Nilai yang Diberikan Jokowi untuk JK!

Ketua Dewan Adat Suku Maya, Kristian Thebu, menjelaskan bahwa adat bagi masyarakat Papua adalah sistem yang mengatur bagaimana pemanfaatkan sumber daya alam bagi kelangsungan hidup secara benar dan bijak.

KPA Suku Maya di KKPD Selat Dampier, Kabupaten Raja Ampat, itu sendiri mempunyai luas 211 ribu hektare.

Baca juga: Fahri Hamzah vs Fadli Zon: 2 - 2

Dengan adanya KPA, masyarakat diharapkan dapat lebih sejahtera tanpa harus merusak ekosistem laut.

"Ancaman kerusakan itu seperti penangkapan ikan yang tak teratur dan jauh dari prinsip berkelanjutan. Juga munculnya nelayan luar wilayah Raja Ampat yang melakukan penangkapan ikan di perairan Raja Ampat secara berlebihan,” kata Kristian dilansir Kumparan (13/7).

Terungkap! Media Ini Lagi-Lagi Bantu ISIS!

Halaman: 
Penulis : De Sukmono