logo


Kontrak 4 Blok Migas dengan Skema Gross Split Resmi Diteken

Total bonus tanda tangan dari 4 kontrak bagi hasil ini adalah sebesar USD 5,5 juta atau setara Rp 73,7 miliar.

11 Juli 2018 13:31 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hari ini Rabu (11/7), meneken kontrak empat wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) terminasi dengan sistem bagi hasil gross split
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hari ini Rabu (11/7), meneken kontrak empat wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) terminasi dengan sistem bagi hasil gross split Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hari ini Rabu (11/7), meneken kontrak empat wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) terminasi dengan sistem bagi hasil gross split.

“Keempat kontrak bagi hasil ini merupakan kontrak perpanjangan dan pengelolaan bersama antara kontraktor eksiting bersama Pertamina dengan jangka waktu selama 20 tahun,” ujar Dirjen Migas ESDM, Djoko Siswanto di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/7).

Djoko menjelaskan, kontrak bagi hasil yang ditandatangani tersebut, yakni kontrak hasil wilayah kerja Bula, kontrak hasil wilayah kerja Salawati, kontrak hasil wilayah kerja Kepala Burung dan kontrak hasil wilayah kerja Malacca Strait.


Holding Migas Akan Optimalkan Bisnis Gas Nasional

Menurutnya, total bonus tanda tangan dari 4 kontrak bagi hasil ini adalah sebesar USD 5,5 juta atau setara Rp 73,7 miliar.

“Sedangkan, perkiraan total nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah sebesar USD 148,4 juta atau setara Rp 1,9 triliun,” tuturnya.

Insentif Migas, Dorong Investasi Pasti US$ 1 miliar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana