logo


Dua dari Empat Blok Migas Terminasi 2019 Diberikan ke Pertamina

Empat WK itu ialah WK Jambi Merang, WK Raja/Pendopo, WK Seram-Non Bula, dan WK Bula.

12 Mei 2018 06:30 WIB

Pengeboran minyak.
Pengeboran minyak. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (11/5) kemarin, mengumumkan keputusan terkait pengelolaan empat Wilayah Kerja (WK) Migas yang kontrak kerja samanya (KKS) akan berakhir atau terminasi pada 2019 mendatang. Empat WK itu ialah WK Jambi Merang, WK Raja/Pendopo, WK Seram-Non Bula, dan WK Bula.

Di antara empat WK tersebut, Jambi Merang merupakan WK yang paling potensial dengan tingkat produksi minyak yang paling besar yaitu 3.706 barel per hari (pada 2017). Sedangkan produksi minyak 3 WK lainnya di bawah 2.000 barel per hari.

Dari empat WK tersebut, dua di antaranya diberikan penuh kepada Pertamina (100%) melalui perusahaan afiliasinya, yaitu WK Jambi Merang yang merupakan paling potensial dan WK Raja/Pendopo.


Puji Pertamina, Jonan: Sejak Pergantian Direksi Kayaknya Lebih Pro Rakyat

Sedangkan, dua WK lainnya yaitu Seram Non Bula dan WK Bula ditetapkan untuk dikelola kontraktor yang ada (eksisting), di mana Pertamina juga tidak mengajukan permohonan pengelolaan terhadap dua WK tersebut.

Adapun, jangka waktu kontrak untuk empat WK tersebut yaitu 20 tahun menggunakan Kontrak Bagi Hasil Migas dengan skema gross split. Dengan empat WK ini, maka kontrak migas skema gross split akan menjadi 20 kontrak.

Total bonus tanda tangan (signature bonus) yang akan diterima Pemerintah sebesar US$20.298.000 atau setara Rp285 miliar. Sedangkan perkiraan total Investasi Komitmen Kerja Pasti 5 tahun ialah sebesar US$308.992.000 atau sekitar Rp 4,3 triliun.

Hore, BBM Satu Harga Hadir di Way Tenong!

Halaman: 
Penulis : Riana