logo


Prihatin Jembatan Babat-Lamongan Ambruk, Komisi V DPR Duga Ada Kelalaian Pemerintah

Menurut Sigit, penyelenggara jalan bisa dipidana karena tidak segera memperbaiki jembatan peninggalan Belanda tersebut.

17 April 2018 19:00 WIB

Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban ambruk
Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban ambruk Dok. BNPB

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo, menyesalkan musibah ambruknya Jembatan Babat-Lamongan yang telah menewaskan sedikitnya dua pengguna jalan.

Menurut Sigit, penyelenggara jalan bisa dipidana karena tidak segera memperbaiki jembatan peninggalan Belanda tersebut.

“Kami prihatin dengan musibah ini. Terlebih ada korban jiwa. Seharusnya jembatan ini sudah diperbaiki atau diganti karena tua dan sudah berulang kali rusak dan ini kali kedua ambruk. Kami menduga adanya kelalaian dan pemerintah bisa dipidana sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” ujar Sigit di Jakarta, Selasa (17/4).


Kata Bos Facebook Indonesia Kebocoran Data Bukan Dilakukan Melalui Platformnya, Tapi..

Sigit menjelaskan, di dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada pasal 275 ayat 3 sendiri menyatakan, setiap penyelenggara jalan yang tidak segera memperbaiki jalan rusak sehingga menimbulkan korban jiwa dapat dikenakan sanksi penjara paling lama lima tahun atau denda Rp 120 juta.

Oleh karena itu, Sigit meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi terhadap ambruknya jembatan tersebut.

Kedapatan Tunggak Tagihan Listrik Hampir Rp 5 Juta, Fadli Zon: Berarti Saya Lagi Bokek Kali

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana
×
×