logo


Bamsoet Wanti-wanti, Jangan Sampai Impor Gula Mentah Rugikan Petani

Rencana impor gula mentah ini jangan sampai membuat para petani tebu lokal makin terpuruk dengan dibukanya keran impor gula tersebut.

16 April 2018 10:05 WIB

Ilustrasi kegiatan ekspor impor gula.
Ilustrasi kegiatan ekspor impor gula. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan Kementerian Perdagangan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi impor gula mentah dalam memenuhi stok hingga Mei 2019 mendatang.

Menurutnya rencana impor gula mentah ini jangan sampai membuat para petani tebu lokal makin terpuruk dengan dibukanya keran impor gula tersebut.

“Jangan sampai pembukaan keran impor gula membuat petani tebu tanah air terpuruk,” ujar Bamsoet di Jakarta, minggu (15/4).


Bulog Siapkan Impor Gula 70 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Politisi Golkar ini menjelaskan bahwa pemerintah memiliki peraturan berupa Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 643 Tahun 2002 Tentang Tata Niaga Impor Gula.

“Saya meminta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan mengawasi pelaksanaan impor gula mentah agar berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Bamsoet, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebaiknya meminta data tentang produksi dan kebutuhan gula nasional ke Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuannya demi memastikan kebutuhan dan jumlah gula mentah sebelum melakukan impor.

“Hal yang harus diperhatikan adalah stok gula saat ini dan masa panen tebu, agar impor gula mentah yang dilakukan tidak merugikan para petani tebu,” pungkasnya.

Indonesia Bakal Impor Gula Mentah di 2018?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan