logo


Dukungan Dana Laut dan KreditPro untuk Petani Rumput Laut

Direktur Utama DanaLaut, Niko Ariansyah, mengatakan beberapa tahun yang lalu produksi rumput laut melimpah.

14 April 2018 04:00 WIB

Dana Laut, platform yang mempertemukan para penggiat usaha di bidang kelautan, meluncurkan program pembiayaan bagi para pembudidaya rumput laut di Maluku Tenggara.
Dana Laut, platform yang mempertemukan para penggiat usaha di bidang kelautan, meluncurkan program pembiayaan bagi para pembudidaya rumput laut di Maluku Tenggara. Istimewa

MALUKU TENGGARA, JITUNEWS.COM - Dana Laut, platform yang mempertemukan para penggiat usaha di bidang kelautan, meluncurkan program pembiayaan bagi para pembudidaya rumput laut di Maluku Tenggara. Dalam program ini Dana Laut bekerja sama dengan KreditPro, start up fintech bagian dari PT Digi Asia Bios.

Untuk Kabupaten Maluku Tenggara, penyaluran perdana pinjaman modal kerja diterima para pembudidaya rumput laut yang tergabung dalam Koperasi Petani dan Nelayan (Koptanel) Elomel Ohoi Sathean. Penyerahan simbolis dilakukan di sela-sela acara pembukaan Rapat Anggota Tahunan Koptanel Elomel di Lokasi Pasar Tradisional Jab Faan, Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (13/4).

Direktur Utama DanaLaut, Niko Ariansyah, mengatakan beberapa tahun yang lalu produksi rumput laut melimpah. Namun karena beberapa hal antara lain, masalah harga dan penyakit, produktivitasnya sempat menurun.


Kesejahteraan Nelayan Menjadi Salah Satu Prioritas Kerja KKP di Tahun 2017

“Kami akan memberikan bantuan pembiayaan dalam bentuk perlengkapan produksi (tali, sampan dan lainnya), termasuk kami berikan upah lebih awal. Perawatan rumput laut itu selama 45 hari. Jadi selama dua bulan pertama itu kami biayai, setelah itu dari hasil rumput laut tersebut akan berputar terus," jelasnya.

Tahun ini Dana Laut akan menyediakan Rp 10 miliar yang peruntukannya harus tepat guna. Untuk periode pinjaman rata rata 1-2 tahun dengan sistem target produksi. Misalnya, A meminjam sekian rupiah maka perusahaan akan memberikan bantuan alat produksi berikut target produksinya.

"Sistem kita adalah bagi hasil dan tidak berbunga jadi diharapkan sistem ini tidak akan memberatkan bagi petani,” katanya.

Selain pembiayaan, Niko menambahkan, juga akan dilakukan pendampingan. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan rumput laut yang tidak hanya berstandar lokal tapi juga internasional.

“Kami juga mengundang banyak investor di sini, untuk menumbuhkan kepercayaan satu sama lain bukan hanya investor yang percaya petani tapi petani juga harus percaya investor karena

Proyek ini akan menjadi proyek percontohan nasional yang pertama kali dilakukan oleh Dana Laut. "Untuk itu kami akan melakukan penyerahan bantuan kepada seluruh Koptanel di Maluku Tenggara," kata Nico.

Pihak KreditPro mengapresiasi kerja sama tersebut. “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan DanaLaut dalam memajukan perekonomian para Petani rumput laut di Maluku khususnya di Kepulauan Kei Maluku Tenggara," ujar Chief Executive Officer (CEO) KreditPro, Heidi Bokau.

Dia mengatakan pihaknya melihat adanya kebutuhan para petani rumput laut di Maluku Tenggara seperti penambahan modal usaha, dibutuhkannya bibit, unggul dan lain-lain.

Rumput laut atau lebih dikenal dengan sebutan seaweed merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Meski demikian, pemanfaatan rumput laut di Indonesia, terutama untuk keperluan industri dan kesehatan masih belum optimal. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, sekitar 80 persen produk rumput laut Indonesia diekspor. Total produksi rumput laut tahun 2016 mencapai 11 juta ton dan sekitar 13 juta ton di tahun 2017.

Di Indonesia Timur banyak sekali potensi ekonomi berbasis kelautan yang bisa dikembangkan, semisal di Maluku yang merupakan salah satu lumbung ikan di Indonesia. Selain perikanan ternyata di wilayah Maluku Tenggara juga menyimpan potensi besar dari industri rumput laut.

Namun ada berbagai kendala yang dihadapi oleh petani rumput laut di Maluku Tenggara seperti kurangnya modal usaha, kurangnya pasokan bibit unggul, kurangnya sosialisasi teknologi pembudidayaan, kurangnya akses ke perbankan dan juga kurangnya akses kepada pembeli untuk mendapatkan harga yang bagus.

Indonesia memiliki kurang lebih 555 jenis dari 8642 spesies rumput laut yang terdapat di dunia. Di Indonesia penggunaan rumput laut bisa didapati pada produk makanan seperti pudding, jelly, permen, saus, olahan daging seperti sosis, nugget, makanan kaleng hingga produk perawatan tubuh dan kesehatan seperti odol, masker, cangkang kapsul, dan lainnya.

Presiden Jokowi Siapkan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas