logo


Kebijakan Ekonomi Pemerintah Dianggap Kredibel dan Efektif, Peringkat Ekonomi Naik jadi Baa2 stable outlook

Kerangka kebijakan Pemerintah dan otoritas lainnya yang lebih kredibel dan efektif dalam mendukung stabilitas kondisi ekonomi makro.

13 April 2018 14:23 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari ini, lembaga pemeringkat Moody’s memberikan kenaikan rating utang (rating upgrade) bagi Indonesia, dari Baa3 positive outlook menjadi Baa2 stable outlook (setara dengan level BBB).

Dengan demikian, Indonesia sudah mendapat peringkat Baa2/BBB dari empat lembaga yakni Fitch (Desember 2017), JCRA (12 Februari 2018), R&I (7 Maret 2018), dan Moody’s.

Dalam laporannya, Moody’s menyatakan bahwa peningkatan rating ini didukung antara lain oleh kerangka kebijakan pemerintah dan otoritas lainnya yang lebih kredibel dan efektif dalam mendukung stabilitas kondisi ekonomi makro.


Sri Mulyani: Isu Kenaikan Gaji Presiden Itu Hoax, Untuk Gaji PNS...

Hal ini dipaparkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pada hari Kamis (13/4/2018), menanggapi laporan lembaga pemeringkat Moody's yang dirilis baru-baru ini.

Menurut Moody’s, kebijakan fiskal yang lebih hati-hati serta kebijakan moneter yang kondusif dapat meredam tekanan yang bersumber dari internal maupun eksternal.

Moody’s juga menilai, membaiknya diversifikasi basis ekspor turut mendukung terjaganya stabilitas perekonomian, khususnya perbaikan defisit neraca transaksi berjalan.

Selain itu, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi dan stabil serta sistem perbankan yang sehat turut menjadi catatan positif dalam kenaikan rating Indonesia.

Dari sisi fiskal, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selalu berada di bawah 3 persen menjadi indikasi disiplin pemerintah dalam menjaga keberlangsungan dan kesehatan fiskal.

Berdasarkan hasil proyeksi Moody’s, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan akselerasi belanja produktif, tingkat utang pemerintah Indonesia akan tetap di bawah negara lainnya yang berada dalam kelompok investment grade.

Hal ini menunjukkan optimisme pihak eksternal terhadap kesehatan fiskal Indonesia, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Berdasarkan definisi rating Moody’s, peringkat Baa2 berarti surat berharga yang diterbitkan Indonesia ada dalam kategori “moderate credit risk” dan “medium grade”.

Stable outlook menggambarkan posisi rating yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan, serta menunjukkan risiko yang berimbang. Beberapa negara yang berada dalam posisi rating yang sama dengan Indonesia antara lain Spanyol, Kolombia, Uruguay, Filipina, Bulgaria, India, Italia, dan Panama.

Keputusan Moody’s untuk menaikkan rating Indonesia menunjukkan bahwa reformasi struktural dan fiskal yang dilakukan pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya termasuk Bank Indonesia dinilai baik.

Namun demikian, pemerintah juga menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

Pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk mewujudkan hal tersebut melalui pengelolaan APBN dan kebijakan fiskal yang kredibel dan efektif.

Konferensi Pers Terkait Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas
×
×