logo


Upaya Pemanfaatan Energi Terbarukan, Arcandra: Kuncinya Data

Arcandra menegaskan pentingnya pemanfaatan energi non fosil dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional.

9 April 2018 13:15 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

PEKANBARU, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menuturkan bahwa pemerintah terus berupaya memanfaatkan potensi sumber daya alam khususnya energi baru terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan energi setempat.

Namun, kata dia, langkah penting yang perlu dilakukan adalah mengklarifikasi dan meningkatkan status data potensi yang ada, hingga menjadi cadangan terbukti yang siap dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan energi wilayah tersebut.

"Data cadangan sumber daya alam kita perlu diteliti lebih dalam. Jika ada yang menyatakan sumber daya air kita terbesar kelima dunia, itu (masih) unverified, masih potensi, belum cadangan. Cadangan itu dibagi-bagi lagi, ada yang dinamakan possible reserve, ada yang dinamakan probable reserve, ada pula yang dinamakan proven reserve," ujar Arcandra saat menghadiri acara Musyawarah Besar V Persatuan Keluarga Daerah Piaman 2018 di Pekanbaru Riau pada hari Sabtu (7/4) lalu.


Langkah Jitu KESDM Agar Tarif Dasar Listrik Tetap Stabil

Lebih lanjut, Arcandra mengungkapkan, berbicara soal cadangan, ketika dinamakan potensi kita harus berpikir lebih jauh.

"Dari mana datanya? Bagaimana perhitungannya? Suatu saat kita dapat data, potensi air laut/ombak sekian ratus Giga Watt (GW). Saya lihat, ini dari mana datanya, ternyata cara penghitungannya dari sebuah pernyataan kemudian dikalikan panjang pantai. Banyak saya temui seperti ini," ungkapnya.

Contoh kasus yang sangat jelas adalah minyak bumi. "Apakah kita masih percaya negara kita kaya minyak? Cadangan terbukti (proven reserve) hanya 3,3 miliar barel atau sekitar 0,2 persen dari cadangan minyak dunia. Produksi kita 800.000 barel per hari (bph). Mungkin kita berfikir beberapa tahun lagi cadangan kita habis, kalau kita tidak temukan cadangan lain. Minyak itu belum akan habis, yang ada adalah kemampuan manusia saat ini hanya mampu mengambil sampai 40-50%. Masih ada 60-50% lagi di bawah sana yang belum terambil," papar Arcandra.

Dengan kondisi jumlah cadangan fosil tersebut, Arcandra menegaskan pentingnya pemanfaatan energi non fosil dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Apakah kita akan memanfaatkan energi di luar fosil? Iya! Non fosil adalah keharusan," tegasnya.

"Kapan kita lakukan? Dalam kurun 2014-2016, yang bertanda tangan kontrak dengan PLN untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) hanya sekitar 14 atau 15. Pada tahun 2017 ada 70, naik 4 kali lipat. Tahun 2017 kita mendorong EBT. Kalau dikatakan tidak ada terobosan, ini data dari mana? Renewable energy kita dorong, komitmen 1,2 GW ditandatangani tahun lalu. Jadi mohon dikoreksi kalau ada yang bilang pemerintah tidak melakukan terobosan," tuntasnya.

Jonan Dorong Pembangunan Biogas Komunal Berbasis Potensi EBT

Halaman: 
Penulis : Riana
×