logo


Persaudaraan Alumni 212 Kecam Pelarangan Penggunaan Cadar di UIN Bukit Tinggi

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif menilai pejabat UIN Bukit Tinggi telah terindikasi mengidap penyakit islamophobia sehingga takut terhadap syariat islam

15 Maret 2018 07:19 WIB

Sumber gambar: Twitter.
Sumber gambar: Twitter.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persaudaraan Alumni 212 mengecam keras adanya peraturan pelarangan menggunakan Cadar di kampus UIN Bukit Tinggi.

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif menilai pejabat UIN Bukit Tinggi telah terindikasi mengidap penyakit islamophobia sehingga takut terhadap syariat islam

“Kebijakan tersebut sangat konyol, pasalnya memakai cadar tidak akan merugikan orang lain,” ujar Maarif di Jakarta, Rabu (14/3).


Persaudaraan 212: Kami Tak Kenal MCA

“Hukum benarnya memakai cadar bisa kami pertanggungjawabkan karena ulama berbeda pendapat memakai cadar bagi muslimah dewasa hanya berputar antara Mustahab (Sunnah) dan Wajib. Artinya, cadar bukan barang haram,” jelasnya.

Maarif mengaku heran dengan adanya anggapan memakai cadar akan mengganggu proses belajar mengajar.

"Indonesia Beruntung Punya Jokowi"

“ini juga tidak bisa diterima oleh akal sehat, karena proses belajar mengajar tanpa melihat wajah mahasiswi atau tanpa melihat wajah dosen tetap bisa berlangsung. Jadi alasan ‘tidak dapat melihat gerak bibir’ ini sama sekali tidak logis,” tegasnya.

Atalarik Syach dengan Vonny Cornelia: Insya Allah ke Arah Pernikahan

Dalam hal ini, Maarif menjelaskan bahwa pemakaian cadar adalah bagian dari hak individu manusia untuk berekspresi yang tidak boleh diganggu.

Balita Nonton Bokep, KPAI: Laporkan Langsung Pada Orang Tua, Bukan Merekam

“Seharusnya hak-hak individu tidak dibatasi sepanjang tidak menimbulkan kerusakan yang dapat dibuktikan secara empiris. Kalau hanya dikira-kira saja, atau dilihat dari satu sudut saja tentu akan selalu terjadi keriuhan kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Perihal Larangan Cadar, Jubir FPI: Konyol

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Ratna Wilandari