logo


Perihal Larangan Cadar, Jubir FPI: Konyol

Menurutnya UIN menderita Islamophobia

15 Maret 2018 03:00 WIB

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif
Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMJuru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif yang juga merupakan Ketua PA 212 berkomentar perihal larangan pemakaian cadar di lingkungan UIN Yogyakarta dan IAIN Bukittinggi.

Menurutnya, kebijakan itu adalah hal yang konyol. Bahkan itu mneunjukan jika pejabat UIN mengidap penyakit islamophobia.

"Ini sebuah kebijakan yang konyol dan pejabat UIN terindikasi mengidap penyakit islamophobia  sehingga takut terhadap syariat islam," kata Slamet dalam pernyataan tertulis yang diterima NNC, Rabu (14/3).


Setelah Heboh Larangan Mahasiswi Bercadar, Kini IAIN Bukittinggi Melarang Dosen Memakai Cadar

Lebih jauh, kata Slamet jika memang penggunaan cadar dianggap sebagai pengganggu belajar mengajar, hal itu tak masuk akal.

"Untuk belajar bahasa Inggris tanpa melihat gerak bibir dengan mendengarkan tape recorder tetap bisa, dan biasa dilaksanakan di labor-labor bahasa. Jadi alasan ‘tidak dapat melihat gerak bibir’ ini sama sekali tidak logis," pungkasnya.

Diminta Nonaktif Karena Bercadar, Dosen: Saya Belum Ada Keyakinan...

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari