logo


Teken 6 Kontrak, KESDM: Penerimaan Negara Bertambah Rp 270 M

Menteri ESDM, Ignasius Jonan telah menandatangani 6 Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK)

14 Maret 2018 18:11 WIB

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan bahwa penerimaan negara akan meningkat sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 270 miliar (kurs Rp 13.500) dengan ditandatangani enam Amandemen Kontrak Karya (KK). 

Diketahui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menandatangani 6 Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK). 

"Dengan ditandatanganinya ini, ada peningkatan penerimaan negara US$ 20 juta (per tahun). Memang cukup lumayan. Artinya dari perusahaan ini menambah peningkatan negara atau Rp 270 miliar,” ujar Bambang di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Rabu (14/3). 


Jonan Teken Enam Naskah Amandemen Kontrak Karya

Bambang mengungkapkan bahwa masih ada tiga perusahaan tambang yang belum melakukan penandatanganan naskah amandemen kontrak karya ini. 

"Kami harap agar tiga ini dapat direalisasikan secepatnya dengan dukungan dari instansi terkait," tuturnya. 

Dalam hal ini, Bambang berharap kementerian/lembaga terkait mendukung penuh upaya Kementerian ESDM, pasalnya Penandatanganan amendemen ini bentuk pelaksanaan dari amanat Pasal 169 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan bahwa penerimaan negara akan meningkat sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 270 miliar (kurs Rp 13.500) dengan ditandatangani 6 (enam) Amandemen Kontrak Karya (KK).


Diketahui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menandatangani 6 (enam) Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK).


"Dengan ditandatanganinya ini, ada peningkatan penerimaan negara US$ 20 juta (per tahun). Memang cukup lumayan. Artinya dari perusahaan ini menambah peningkatan negara atau Rp 270 miliar,” ujar Bambang di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Rabu (14/3).


Bambang mengungkapkan bahwa masih ada tiga perusahaan tambang yang belum melakukan penandatanganan naskah amandemen kontrak karya ini.


"Kami harap agar tiga ini dapat direalisasikan secepatnya dengan dukungan dari instansi terkait," tuturnya.


Dalam hal ini, Bambang berharap kementerian/lembaga terkait mendukung penuh upaya Kementerian ESDM, pasalnya Penandatanganan amendemen ini bentuk pelaksanaan dari amanat Pasal 169 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Jonan Minta Perusahaan Tambang Libatkan Masyarakat dalam Kegiatan Bisnis

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata