logo


Pengamat: Jika Demokrat dengan Jokowi, PKS dan Gerindra Justru Tak Perlu Merasa Kehilangan

PKS dan Gerindra seolah tidak menerima sinyal Partai Demokrat yang akan merapat ke Jokowi untuk Pilpres 2019. PKS dan Gerindra dinilai khawatir terhadap manuver tersebut.

13 Maret 2018 09:46 WIB

Jokowi bertemu SBY di Istana Merdeka Jakarta.
Jokowi bertemu SBY di Istana Merdeka Jakarta. Biro Pers Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PKS dan Gerindra seolah-olah tidak menerima sinyal Partai Demokrat yang akan merapat ke Jokowi pada Pilpres 2019. PKS dan Gerindra dinilai khawatir terhadap manuver tersebut.

"Terkait PKS dan Gerindra terhadap manuver Jokowi, saya kira mereka tentu merasa khawatir bila Jokowi berhasil mendapat dukungan dari Demokrat. Melihat manuver Jokowi yang belakangan ini aktif ketemu elite parpol, ini menunjukkan Jokowi membutuhkan dukungan banyak parpol dan Jokowi tidak menganggap enteng pertarungan nanti," ujar Peneliti CSIS, Arya Fernandes, saat dihubungi pada hari Senin (12/3) malam.

Sinyal merapatnya Demokrat ke Jokowi dinilai wajar, mengingat PKS dan Gerindra jarang berkomunikasi dengan Demokrat tentang Pilpres 2019. Arya mengatakan, justru koalisi PKS-Gerindra bisa bertambah jika PAN bergabung.


Jaring Calon Presiden Untuk Lawan Jokowi, Presidium Alumni 212: Ini, lho Kita Punya Banyak Stok Pemimpin

"Kalau menurut saya, dari sisi PKS dan Gerindra, mereka sebenarnya tidak banyak komunikasi dengan Partai Demokrat. Kalau Demokrat dengan Jokowi, PKS dan Gerindra justru tak perlu merasa kehilangan. Kecuali PAN misalnya," kata Arya.

Sebelumnya, kritikan ini dilontarkan PKS dan Gerindra. PKS menilai, PD tengah bermain tiga kaki.

"Demokrat dengan rapimnas kemarin, menurut saya, masih tetap mendua peluang... mentiga bahkan. Peluang beliau buat poros ketiga besar, peluang mendukung Jokowi dengan catatan AHY masuk, besar. Peluang gabung Pak Prabowo ada," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, pada hari Senin (12/3).

Sementara itu, Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade, menyebut SBY dan Jokowi sedang bermain drama. Dia menyatakan ini saat memberi komentar soal interaksi Jokowi dan SBY pada Rapimnas Partai Demokrat.

"Kita memang melihat bahwa dalam acara Rapimnas PD dari Sabtu-Minggu, dua belah pihak memberikan sinyal untuk bekerja sama, baik Pak Jokowi maupun Pak SBY, tapi itu kan drama di depan panggung," ujar Andre pada hari Senin (12/3).

Memilih Walkout Saat Jokowi Pidato, Ferdinand: Saya Tidak Setuju Demokrat Dukung Jokowi

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha