logo


Cetus Bos Pertamina ke Karyawan: Jangan Sok Kalau Kita Sama Tetangga Saja Sudah Tertinggal 4 Kali

Elia menambahkan, selain harus memiliki kriteria untuk menjadi perusahaan bertaraf internasional juga dibutuhkan suatu inovasi.

13 Maret 2018 07:00 WIB

Elia Massa Manik.
Elia Massa Manik. sawitindonesia.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, berharap, institusinya jadi perusahaan yang bertaraf internasional (world class) sehingga bisa bersaingan dengan perusahaan-perusahaan migas lainnya asal luar negeri.

Ia pun lantas mengatakan, untuk dapat mencapai hal tersebut, perseroan harus memiliki kriteria yang jelas.

"Dulu waktu masuk sebagai Dirut Pertamina, kalau mau world class harus jelas kriterianya. Tapi ada satu hal yang mirip yang untuk semua company untuk saya pribadi bahwa mereka-mereka yang ada di posisi world class mereka mempunyai tolak ukur. ‎Itu bukan dikerjakan direksi perseroan tapi semuanya," papar Elia, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin(12/3).


Pertamina Klaim Belum Ditugasi untuk Kelola 8 Blok Migas Terminasi

Elia menambahkan, selain harus memiliki kriteria untuk menjadi perusahaan bertaraf internasional juga dibutuhkan suatu inovasi.

"Tahun ini, sudah sejauh mana kita mencari inovasi? Apa kita hanya sekedar cari-cari award. Saya tidak jenuh mengatakan bahwa inovasi itu menjadi bagian untuk menuju standartnya world class company," papar dia.

Menurutnya, berdasarkan referensi dari Universitas Harvard, ada dua kriteria perusahaan yang telah mendapat gelar sebagai perusahaan kelas dunia.

“Pertama, produknya berkualitas dan kompetitif. Jadi melihat kualitas produk. Kedua, kenapa saya suka karena ini human capital," papar Elia.

Lebih jauh, Elia pun mengimbau para pekerjanya untuk tidak besar kepala dengan kondisi perusahaan saat ini. Pasalnya, meskipun saat ini Pertamina menjadi perusahaan besar di Indonesia, namun perusahaan masih sangat tertinggal jauh dengan negara tetangga.

"Saya ingin ubah mindset orang Pertamina. Jangan sok-sok kalau kita saja sama tetangga sudah tertinggal 4 kali. Saya ingin kita semua merenung bagaimana mengejar ketertinggalan yang jauh," tegasnya.

Pertamina Akan Ubah Strategi Demi Ciptakan Value Creation Lebih Besar

Halaman: 
Penulis : Riana