logo


Ruang Politiknya Dinilai Masih Terbuka, Pengamat: Bisa Jadi Ahok Masuk PSI

Ramses beranggapan, konstitusi menjamin hak Ahok untuk kembali terjun ke panggung politik begitu selesai menjalani masa hukuman.

13 Maret 2018 05:45 WIB

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah bersama ibu-ibu yang datang untuk menyambut Hari Kartini di Balai Kota.
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah bersama ibu-ibu yang datang untuk menyambut Hari Kartini di Balai Kota. Dok. cnnindonesia.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik, Maksimus Ramses Lalongkoe, mengatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bukanlah terpidana korupsi. Karena itu, peluang dia untuk masuk ke panggung politik terbuka lebar dan itu dilindungi Undang-Undang Dasar.

"Ahok masih memiliki banyak pengikut dan itu artinya ruang politik Ahok masih terbuka," kata Ramses saat dikonfirmasi belum lama ini.

Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini beranggapan, konstitusi menjamin hak Ahok untuk kembali terjun ke panggung politik begitu selesai menjalani masa hukuman.


Akui Perselingkuhan, Veronica Tan Kirim Surat ke Ahok

“Sebab, tidak ada putusan pengadilan yang melarang mantan Gubernur DKI Jakarta itu berkiprah di politik," kata Ramses.

Lantas, partai politik manakah yang akan menjadi tempat Ahok berlabuh? Menurut Ramsesn, salah satu yang sangat mungkin adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pasalnya, kata dia, beberapa orang dekat mantan Bupati Belitung Timur tersebut telah bergabung dengan PSI. Misalnya, Sunny Tanuwidjaja dan Tsamara Amany.

"Bisa jadi Ahok masuk PSI kalau merujuk pada orang dekatnya. Bisa jadi PSI punya Ahok kalau mau berandai-andai. Ini kelakar, masih praduga. Lagi-lagi perlu dilihat lebih jauh seperti apa manuver politik Ahok ketika nanti benar-benar bebas," tuntas Ramses dikutip dari jpnn.

 

Reaksi Ahok Setelah Terima Sepucuk Surat dari Veronica

Halaman: 
Penulis : Riana