logo


Tiga Hal yang Jadi Pemicu Masalah Ketenagakerjaan di Freeport Indonesia Versi Lokataru

Pertama, adanya konflik kepentingan di internal perusahaan

12 Maret 2018 12:49 WIB

Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua.
Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Lembaga advokasi hukum dan Hak Asasi Manusia Lokataru menyebut, hingga saat ini, sebanyak 700 pekerja PT Freeport Indonesia tengah menunggu kejelasan nasibnya pasca dirumahkan dan di-PHK.

Pendiri Lokataru, Haris Azhar, mengatakan, sedikitnya ada tiga hal yang menjadi pemicu masalah ketenagakerjaan di perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

"Pertama, adanya konflik kepentingan di internal perusahaan. Sepertinya ada perang pengaruh dalam internal Freeport. Ada orang yang ingin menunjukkan bahwa siapa yang mengontrol karyawan. Ini sedang ada pertarungan menuju FI 1 (Jabatan Direktur Utama Freeport Indonesia)," tutur Haris di Jakarta, Minggu (11/3).


Jawaban Jonan Terkait Penyelesaian Divestasi Freeport

Kedua, lanjut Haris, Freeport beralasan keputusan untuk merumahkan dan memberhentikan pekerjanya lantaran dipicu oleh kebijakan pemerintah soal ekspor konsentrat.

"Kedua, juga ada upaya tekanan dari Freeport kepada pemerintah Indonesia, karena masa jangka waktu untuk mengikuti UU sudah lewat. UU minerba kan disahkan 2009, dikasih jangka waktu beberapa tahun perusahaan minerba untuk menyesuaikan diri," cetus Haris.

"PT Freeport ini kan rezim kontrak karya, UU Minerba ini berubah jadi rezim izin. Freeport tidak mau rezim izin, mau tetap kontrak karya. Kalau tetap dipaksa, nih pecat warga negara kamu," sambungnya.

Ketiga, Haris melihat, manajemen Freeport juga ingin menyingkirkan keberadaan serikat pekerja di perusahaannya. Hal ini karena keberadaan serikat pekerja dinilai menjadi hambatan bagi perusahaan.

"Mereka lagi mau menyingkirkan serikat pekerja, karena dalam kebijakan furlough (merumahkan pekerja), hanya mengena ke yang merupakan aktivis pekerja. Kenapa mau dihilangkan? Karena keberhasilan dari serikat pekerja seperti pada 2011 menaikkan gaji hingga 40 persen," tuntas Haris, dikutip dari liputan6com.

Bamsoet Siap Fasilitasi Komunikasi Antara Freeport dengan Para Pekerjanya

Halaman: 
Penulis : Riana