logo


PGN Bakal Pimpin Subholding Gas di Pertamina Akhir Bulan Ini

Proses integrasi PGN dan Pertagas saat ini sudah berjalan dengan terbentuknya tim transaksi, integrasi dan operasi.

12 Maret 2018 09:30 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian BUMN menargetkan holding migas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pertamina Gas (Pertagas) bisa selesai pada akhir Maret 2018.

Sebagaimana diketahui, dengan adanya holding ini, nantinya PGN akan berubah statusnya menjadi anak perusahaan Pertamina. Di bawah komando Pertamina, PGN akan berperan sebagai subholding dan tetap memiliki fokus bisnis pada sektor gas bumi.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurn, mengatakan, proses integrasi PGN dan Pertagas saat ini sudah berjalan dengan terbentuknya tim transaksi, integrasi dan operasi.


DPR Sarankan Holding Migas Sebaiknya Tunggu Revisi UU

Namun, Kementerian BUMN belum memutuskan bentuk integrasi PGN-Pertagas baik melalui merger atau akusisi.

"Belum, saya belum bisa menentukan. Tim transaksi nanti yang akan membereskan," tutur Fajar, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih jauh, Fajar berharap, pembentukan subholding gas Pertamina akan menghilangkan dualisme dan tumpang tindih investasi di sektor gas.

"Harapannya ya lebih efisien, bermanfaat buat masyarakat tidak tumpang rindih lagi, supaya tidak dualisme," pungkas Harry.

 

Soal Holding Migas, Pengamat: Ada Target Tinggi dari Negara untuk Meraih Profit

Halaman: 
Penulis : Riana