logo


Wujudkan Nawacita, Pemerintah Resmikan PLTS Nunukan

PLTS berkapasitas 75 KW ini dapat menerangi sekitar 140 rumah dan empat fasilitas umum (fasum) dengan perhitungan masing-masing rumah (kecuali fasum) memperoleh daya 220 W dengan batasan penggunaan sebesar 600 Wh.

11 Maret 2018 20:26 WIB

PLTS Nunukan
PLTS Nunukan esdm

NUNUKAN, JITUNEWS.COM- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat di desa Tepian, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (10/3).

"Sesuai visi Nawacita bapak Presiden, kami memang memprioritaskan penyediaan listrik di daerah-daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T)," ujar Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana saat meresmikan PLTS desa Tepian.

PLTS berkapasitas 75 KW ini dapat menerangi sekitar 140 rumah dan empat fasilitas umum (fasum) dengan perhitungan masing-masing rumah (kecuali fasum) memperoleh daya 220 W dengan batasan penggunaan sebesar 600 Wh.


Menteri ESDM: Regulasi dan Perizinan yang Menghambat Investasi Kembali Dicabut

Dana pembangunan PLTS ini sebesar Rp. 5,9 miliar, dan telah beroperasi sejak Desember 2017. Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala Desa Tepian Nurdiansyah mengatakan pembangunan PLTS ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian dan pendidikan.

"Dulu pengolahan hasil pertanian masih manual, sekarang sudah pakai alat-alat elektronik sehingga berdampak pada meningkatnya hasil produksi," kata Nurdiansyah.

"Kegiatan belajar-mengajar pun jadi lebih kreatif karena sekarang di sekolah banyak menggunakan media audio visual," lanjutnya.

Sebelum dibangunnya PLTS ini, warga hanya mengandalkan pencahayaan tradisional seperti lilin dan petromak. Hanya segelintir warga dapat menikmati listrik yang bersumber dari genset, dengan konsekuensi harga yang harus dibayar sangat besar.

Penggunaan genset menghabiskan dana hingga Rp. 2 juta/bulan per orang. Sedangkan, untuk menikmati listrik dari PLTS ini, warga dibebankan iuran hanya sebesar Rp.50 ribu/orang.

"Secara ekonomi sangat membantu karena kini kami dapat mengalokasi anggaran listrik kami untuk kebutuhan lainnya," ungkap salah satu warga desa Tepian, Arnold.

KESDM Keluarkan PP Tentang Harga Penjualan Batu Bara

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari